PERSIAPAN NATAL

23 December 2020

Rabu, 23 Desember 2020 

Maleakhi 3:1-4; 4:5-6

Mazmur 25:4-5, 8-10, 14

Lukas 1:57-66

 

“Sesungguhnya, Ia datang, firman Tuhan semesta alam” --- Maleakhi 3:1

 

ADVENT. Dari kata benda Bahasa Latin, ‘adventus’ yang berarti ‘kedatangan’. Kedatangan siapa?

Advent adalah saat untuk ber-’antisipasi’, saat persiapan pesta agung kelahiran Kristus.

Advent juga mengajak kita semua untuk mencatat apa saja yang kita lakukan dalam hidup rohani dalam hubungan kita  dengan Tuhan. Mungkin ada kesuksesan. Mungkin juga ada kegagalan.

Mungkin pernah kita merencanakan sesuatu yang special guna mempersiapkan Natal, upama memutuskan untuk menghadiri Misa harian, atau lagi mau melakukan hidup doa secara konsisten.

Atau pola hidup yang lebih cocok untuk mempersiapkan hati menyambut kedatangan-nya dalam hati kita. Tetapi bisa saja itu semua perencanaan itu tetap rencana karena banyaknya kesibukan sehari-hari.

Saat ini tinggal dua hari jelang Natal. Kita boleh bertanya pada diri kita sendiri: adakah pada awal Advent kita merencanakan ini itu? Bertujuan apa? Dan berhasilkah kita?

Tak perlu sedih kalau belum berhasil. Selalu ada berita baik: Tak akan pernah terlambat untuk menyambut kedatangan Yesus! Tak akan pernah terlambat untuk memghilangklan macam-macam halangan yang ada antara kita dan Yesus! Tak perlu kita menjadi suci dahulu ! Saat ini Tuhan ada di samping kita. Tuhan sangat mengharapkan agar kita mau berpaling kepada-Nya. Ia siap dan berkenan untuk menyirami kita dengan berkat-berkat-Nya.

Puji Tuhan, di paroki-paroki jelang Natal selalu ada kesemparam menyambut Sakramen Tobat. Stau paling sedikit kita bisa membangkitkan semangat rasa tobat yang mendalam, agar Tuhan berkenan menjauhkan kita dari dosa dan dari kesempatan jatih ke dalam pencobaan berdosa. Mungkin benar-benar kita tidak merasa pantas menghadap-Nya, tetapi dengan menyadari ini, kita telah melangkah satu tapak menuju Tuhan. Dan Tuhan melangkah serratus tapak mendekati kita. Mari kita buka hati kita, biar Tuhan masuk dan menyucikan dan memurnikan diri kita.

DOA: Datanglah ya Yesus. Aku siap menerima belas kasihan-Mu agar aku mengalami damai-Mu!

JANJI: ”Namanya adalah Yohanes. … Seketika itu juga terbukalah mulut Zakharia dan terlepaslan ikatan lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.” --- Lukas 1:63-64

PUJIAN: Empat lima hari sebelum Natal, Gua Natal sudah jadi. Ini dapat kita temukan di semua gereja kita untuk memeriahkan Natal. Gua Natal bukan sekedar hiasan. Itu memiliki nilai kateketikal. Menurut sejarah tradisi Gua Natal sejak Santo Fransiskus Asisi. Kitab Suci sangat jarang sekali adanya. Maka kisah Natal diujudkan dalam bentuk drama dan peragaan berujud Gua Natal. Baru setelah zaman Reformasi adanya tradisi Pohon Cemara.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.