PERTOBATAN SEPANJANG HIDUP

23 May 2022

Senin, 23 Mei 2022

 

Kisah Para Rasul 16: 11-15

Mazmur 149: 1-6b, 9b

Yohanes 15: 26 -- 16:4a

 

“Tuhan membuka hatinya (Lidia), sehingga ia  memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus”

Kisah para Rasul 16: 14


           BERAWAL DARI bincang-bincang tentang  berita sehari-hari berubah menjadi perjumpaan rohani yang merubah hidup Lidia selanjutnya. Ia seorang Yunani, tetapi menganut agama Yahudi. Allah merencanakan membuka hatinya untuk mengenal Yesus Putera-Nya. Dengan terbukanya hati Lidia untuk pewartaan Paulus , ini membawa dirinya serta seluruh keluarga menerima Yesus dan dibaptis. Lidia menjadi pelopor  orang Eropa pertama menjadi Kristen (Kis 16:14). Lidia menjadi ‘manusia baru’ - penuh kasih dan ber-relasi akrab dengan Yesus.

Itulah pertobatan: Allah menjamah hati kita, membuat kita sadar akan kasih-Nya, akan kedosaan  kita dan kita lalu sadar akan kebutuhan kita untuk memperoleh pengampunan dan kerahiman-Nya. Kesadaran seperti itu mendorong kita untuk datang ke Yesus, sehingga Ia mengajar dan memampukan kita guna menerima kebaikan Tuhan dan menolak bujukan si jahat.

        Kisah Lidia tidaklah berakhir di mana Lukas tidak menyebut-nyebut dia lagi, yakni Lidia lalu mau dibaptis. Tetapi juga Lidia tergerak untuk meminta Paulus dan teman-temannya datang ke rumahnya dan menjamunya. Kedermawanan Lidia menunjukkan bahwa pertobatan itu butuh ungkapan nyata. Juga ini menunjukkan bahwa pertobatan itu bukanlah satu peristiwa saja, tetapi merupakan suatu proses selama hidup, terbuka pada Tuhan dan berbuah dalam hidup sejauh mau dibimbing oleh Roh Kudus.

        Suatu perubahan hidup bukan berasal dari suatu peristiwa besar, tetapi justru dari peristiwa sederhana dari hidup sehari-hari. Kita mengalami dari ‘cinta-diri’ berubah menjadi ‘siap melayani’, waktu senggang untuk ngobrol nonton tv atau bermalas-malasan berubah menjadi saat berdoa atau membaca Kitab Suci.

        Mari kita selalu usahakan pintu hati kita terbuka bagi Yesus dan mempersilahkan Yesus membentuk diri kita menjadi semakin ‘serupa’ dengan-Nya.(S.W)

 DOA:      ”Ya Bapa, perdalamkan pertobatan hatiku dan  tuntunlah diriku semakin dekat dan akrab dengan-Mu.”

 JANJI:   “Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.” Yohanes 15:26-27

 PUJIAN:   Kisah lama dari orang tua. Sewaktu Romo-romo misionaris datang ke Promosan dekat Sendangsono, mereka berkunjung ke rumah-rumah umat yang telah dibaptis. Para romo kaget setiap pindah rumah yang akan dikunjungi mereka disuguhi makanan. Mau menolak, mereka takut dikira tidak menghormati tuan rumah. Kalau menerima dan makan mereka telah merasa kenyang sekali. Di bulan berikut, romo-romo yang berkunjung ke umat, waktu ditawari makan, mereka mengambil sedikit saja.

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.