PERTOBATAN YANG TERUS-MENERUS
25 January 2023
Rabu, 25 Januari 2023
Pesta Bertobatnya S. Paulus
Penutupan Pekan Doa Sedunia
Kis. 22:3-16 atau Kis. 9:1-22
Mazmur 117:1,2
Markus 16:15-18
Dalam perjalanannya ke Damsik, ketika sudah dekat dengan kota itu tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tahan dan kedengaran suara yang berkata kepada-Nya, Saulus mengapa engkau menganiaya Aku ? Jawab Saulus : ‘Siapakah engkau Tuhan, jawabnya: Akulah Yesus yang engkau aniaya itu.
Kes 9:5
Hari ini kita merayakan bertobatnya St. Paulus, yang dulu bernama Saulus, orang dari Tarsus. Ketika saya membaca Kisah Paraa Rasul bab 22 dari ayat 1, hati saya malah mendorong untuk membaca dari bab 21 ayat 27 supaya agak jelas duduk perkaranya; paling tidak tahu konteks awalnya mengapa Paulus berbicara berkobar-kobar membela diri seperti yang terdapat dalam bacaan pertama hari ini. Dan ternyata setelah sampai ayat 16 (jatah hari ini), hati saya belum puas dan terus membaca. Saya berhenti setelah bab 24 selesai. Itu pun dengan janji saya akan menyelesaikan Kisah Para Rasul ini. Aneh, dalam pikiran saya muncul ide ini: seandainya ahli gambar dan pembuat komik membuat cerita ini dan mengemasnya menjadi sebuah buku, tentu akan seru dan menarik. Tidak kalah dengan komik-komik yang lain. Anda berminat?
Kalau anda mempunya waktu, cobalah untuk membaca kisah Paulus dan “menikmati” serta ikut merasakan kecemasan, ketakutan, pasrah, was-was ketika disesah dan mau dibunuh. Bagaimana ia berbicara dengan berkobar-kobar, lalu mulutnya ditampar, karena didakwa menghina. Ya, kalau anda membaca dengan empati, dengan ikut merasakan, emosi Anda akan ikut diobak-obak oleh St. Lukas yang diyakini sebagai penulis Kisah Para Rasul ini. Oran yang didakwa memecah belah umat, ditampar mulutnya, toh bisa menjadi santo. Bahkan ia masuk jajaran santo dengan julukan “Rasul Segala Bangsa”.
Satu hal yang saya yakini, tanpa campur tangan Tuhan, Paulus tidak akan seberani itu. Tanpa daya kekuatan Tuhan merasuki dirinya, ia tidak akan menjadi pewarta Allah yang kokoh dan gigih seperti itu. Ternyata, orang yang dipilih Allah tidak selalu enak dan lepas dari kesulitan. Bagaimana dengan diri Anda saat menjalani dan menghidupi panggilan Allah saat ini? (JK)
DOA Tuhan semoga kami selalu mau mendengarkan panggilan Mu
JANJI “Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada segala mahakluk” -- Mrk 16 :15
PUJIAN Kesadaran mewartakan Injil semakin berkembang. Dulu umumnya tugas mewartakan Injil adalah tugas para Misionaris yaitu para Romo, suster dan bruder dari luar Negeri. Berkat Katakese umut semakin sadar bahwa berkat baptis dan Krisma umat terpanggil diutus mewartakan Injil dan dalam 30 tahun belakangan ini adanya kursus Evanjilisasi pribadi (KEP), baik di tingkat keuskupan maupun tingkat Paroki umat semakin tambah sadar akan panggilannya untuk mewartakan Injil. Pewartaan bukan dengan kata-kata tetapi dengan perbuatan dan dengan kesaksian hidup menurut profesi masing-masing. Umat merasa tidak terkecuali untuk tidak pergi mewartakan Injil selaras dengan konteksnya masing-masing.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ