PERUBAHAN IDENTITAS
19 April 2021
Mazmur 119: 23-24. 26-27. 29-30
Yohanes 6:22-29
“Jiwaku menangis karena duka hati, teguhkanlah aku sesuai dengan firman-Mu”--- Mazmur 119: 28
MUKJIZAT ‘MEMBERI MAKAN untuk lebih dari 5.000 orang’ di lapangan rumput Betsaida, tak jauh dari Danau Galilea, membuat orang banyak terus mencari Yesus. Mereka akhirnya menemukan Dia di sinagoga Kapernaum, arah timur laut seberang danau.
Kata ‘mencari’, sering dipakai oleh Yohanes sebagai gambaran upaya para pemimpin Yahudi untuk membunuh atau menangkap Yesus (lih. Yoh.5:18; 7:1. 18-20). Di sini, tampaknya, upaya orang banyak ‘mencari Yesus’, juga bukanlah sesuatu yang baik. Mereka mencari Yesus, karena orientasi perut. Mereka melihat, menilai, dan menggambarkan Yesus sebagai nabi dan raja pemberi rezeki.
Orientasi dan imajinasi ini ditolak Yesus. “Jangan terus bekerja untuk makanan yang dapat binasa, tapi teruslah bekerja untuk makanan yang tahan sampai hidup kekal, yaitu roti yang akan Kuberikan” (Yoh.6:27). Dan, bentuk kerja ‘mencari makanan hidup kekal’ itupun khusus, yaitu melalui “percaya kepada Dia yang telah diutus Allah” (ay.29).
Dalam Yohanes, ‘percaya kepada’ (lih. juga ay. 35.40), merupakan idiom khusus, yang artinya, ‘pasrah menjadi bagian dari kelompok Yesus’. Dalam kepasrahan ini ada relasi baru dengan Allah, yang mengubah identitas dan corak kehidupan. Melalui ‘percaya dan pasrah kepada Allah, muncul identitas kehidupan cinta, pengabdian, pengampunan, dan kesucian yang baru.
Tanpa perubahan identitas atau Jati-diri itu, sangat sulit untuk mengikuti Yesus secara total. Itulah yang dialami oleh para murid, sehingga mereka terpecah (lYoh. 6:60-66), ada ‘yang tahan dan pasrah’, tetapi juga ada ‘yang merasa tak masuk akal, dan “forget it”, lupakan Yesus!’. Percaya kepada Yesus memang membutuhkan pertaruhan martabat. Tidak ada kompromi, itu saja. (WIT)
DOA: “Ya Allah yang Mahapengasih, kami serahkan hidup kami kepada-Mu. Satukanlah kami dengan-Mu, sehingga hidup ini menjadi berkat bagi kami dan sesama”.
JANJI: “Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu, menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat” ---Kisah Para Rasul 6:15.
PUJIAN: Hidup sepasang suami-istri mulai berantakan, ketika ada cuitan medsos tentang ‘orang ketiga’. Saling tidak percaya muncul terus setiap mereka berkomunikasi. Seorang sahabat kemudian mengatakan: “Lihatlah selalu Yesus sebagai Terang, bukan yang lain!”. Pasangan itupun mulai intens konsentrasi berkomunikasi dengan Tuhan. Sedikit demi sedikit mereka ‘melihat wajah pasangan mereka sama seperti muka malaikat’. Yesus telah memberi identitas baru pada cinta mereka.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ