PESTA TRITUNGGAL MAHAKUDUS
27 May 2018
Minggu, 27 Mei 2018
HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS
Ulangan 4:32-34,39-40
Mazmur 33:4-5,6,9,18-19,20,22
Roma 8:14-17
Matius 28:16-20
“Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak dan Roh Kudus” --- Matius 28:19
WAKTU YESUS ditanya oleh para ahli Taurat ‘Hukum mana yang terutama’, dengan bijak dan tegas Yesus memberi jawaban telak kepada mereka, dengan mengutip Kitab Ulangan “Dengarkan hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa” (Mrk 12:29).
Maka dalam Syahadat Gereja atau “Credo” kita menyatakan “Aku percaya akan Satu Allah, Bapa yang Mahakuasa pencipta langit dan bumi, dan akan satu Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang tunggal, .... Aku percaya akan Roh Kudus...” (dari Konsili Gereja di Nikea/Konstantinopel). Kita tidak hanya percaya akan Tiga Pribadi, tetapi kita dibaptis dan ditenggelamkan ke dalam Ketiga Pribadi (Mat 28:19). Dan di pagi hari sewaktu kita bangun ucapan kata pertama dari bibir kita adalah pujian dalam Nama Yesus. Dan Yesus itulah bagi kita satu-satunya jalan menuju Bapa (Yoh 14:6). Kita bersyukur diberi hari yang baru.
Sebab Bapa dan Yesus memberi kita Roh Kudus (Yoh 15:26) – dan jauh sebelumnya Roh itu berseru dalam hati kita “Abba” , artinya “Bapa” (Rm 8:15), dan “Yesus Tuhan” (1 Kor 12:3). Maka kalau kita berdoa kepada Bapa, lewat Putra dan dalam Roh Kudus. Kita menyembah Bapa dan Putra dalam Roh dan kebenaran“ (Yoh 4:24). Sebagai orang kristiani, setiap hari kita menghayati hidup dalam simpang jejaringan kasih Trinitarian: – Bapa-Putra-Roh Kudus.
Dalam Paskah kita rayakan Kebangkitan Yesus dan 50 hari kemudian kita rayakan Pentakosta, datangnya Roh Kudus. Dan berakhirlah Masa Paska, balik ke Masa Biasa. Minggu pertama sesudah Pentakosta, ya minggu ini, Gereja menjadikannya Hari Minggu Tritunggal Mahakudus. Makna-nya, bahwa:
- Allah Bapa bersabda Sabda Abadi, yaitu Yesus “Kalimatullah” – Yesus itu Firman Allah sendiri (Yoh 1:1, 14), Yang sabda-sabdanya adalah Roh dan hidup (Yoh 6:63). Dan kita menyambut Sang Sabda di dalam hati kita (Yak 1:21). Bapa bersabda Kebenaran; dan Yesus itulah sang Kebenaran (Yoh 14:6), dan Roh itu Kebenaran (1 Yoh 5:6).
- Kita hidup dan berkata-kata kebenaran dalam kasih (Ef 4:15). Allah itu Kasih 1 (Yoh 4:16). Bapa dan Putra terus menerus dan selamanya saling mengasihi, dan Buah hasil abadi dari Kasih ialah Roh Kudus.
- Dan kita yang telah dibaptis hidup dalam kasih ini (Yoh 15:10). Kita hidup dalam Ketritunggalan. Dan Tritunggal diam dalam diri kita (Yoh 6:56; 14:17; 14: 23). Bagi kita-kita ini, hidup ini berarti Bapa, Putra dan Roh Kudus (Flp 1:21).
Doa: Ya Bapa, Putra dan Roh Kudus, aku mempersembahkan hidupku kepada-Mu. Aku hidup ini hanya untuk, dalam dan bersama-Mu saja.
Janji: “Dan ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman --- Matius 28:20
Pujian: Gereja mengajarkan agar orangtua sejak dini memberi tanda Salib kepada anak-anaknya di dahi mereka, setiap pagi hari sebelum pergi ke sekolah.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ