PETROS DAN BOANERGES
20 January 2023
Jumat, 20 Januari 2023
Pekan Biasa II. St. Fabianus, Paus, martir; St. Sebastianus.
Hari Ketiga Pekan Doa Sedunia
Ibrani 8: 6-13
Mazmur 85: 8-10. 11-12. 13-14
Markus 3: 13-19
“Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh”.
Markus 3: 16-17
ADA NADA OTORITAS dan komando dalam kisah pemanggilan para murid. Seperti dalam tradisi Musa, Yesus memanggil para murid-Nya ‘dari atas bukit’, yang diyakini sebagai ‘tempat pertemuan dengan Allah’. Ini artinya, melalui panggilan ini, pertama-tama Yesus mengajak mereka untuk bersama-sama merasakan pengalaman akan Allah sebagai ‘Emanuel’, yaitu Allah yang selalu menyertai kita. Dan Yesuslah yang memanggil 12 orang yang dikehendaki-Nya, menetapkan dan mengutus mereka untuk menyertai Dia, memberitakan Injil, serta mengusir setan berdasarkan kuasa yang diberikan-Nya kepada mereka (lih. Mrk. 3: 13-14).
Beberapa nama patut disimak. Simon diberi nama tambahan Petrus (Yun. petros: karang). Ini agak istimewa, karena dalam Injil Markus, kisah kegagalan dan kelemahan Simon lebih mencolok ketimbang kisah kehebatannya. Di mata Tuhan, nama ‘Petros’ bukan untuk menunjukkan kekuatan manusia, tetapi justru untuk menunjukkan 'kerapuhan'nya. Dalam kerapuhan manusiawi inilah Allah menampakkan karya-karya besar-Nya. Kesombongan manusia yang menghalangi kesatuan dengan-Nya, disingkirkan!
Lalu, dua bersaudara keluarga Zebedeus, Yakobus dan Yohanes, diberi nama Boanérges, 'anak-anak guruh'. Kedua bersaudara itu memang punya 'suara geledek' ketika mereka mengatakan: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita" (Mrk 9:38). Ambisi mereka pun tinggi, yaitu ingin duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus (lih. Mrk 10:35-45). Namun, justru melalui nama 'anak-anak guruh' tersebut, Yesus menuntut kerendahan hati yang dalam.
Nama Petros dan Boanérges memang menunjukkan bahwa ada gerak sebuah ‘agere contra’ (bertindak yang berlawanan) dalam praktik menjadi murid Yesus. Dasarnya adalah karena menjadi murid Yesus, orang masuk dalam kehidupan yang bukan dirinya lagi. "Aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku" (Gal 2:20).
Kisah kemuridan dalam seluruh Injil Markus memang pada akhirnya merupakan kisah penyerahan diri secara total pada kehendak panggilan Kabar Gembira Yesus Kristus! (WIT)
DOA “Ya Allah yang Mahakasih, terima kasih atas panggilan yang telah Kauberikan kepada kami untuk memuji, menghormati, dan mengabdi-Mu. Semoga nama baptis yang Kauanugerahkan kepada kami menjadi pengingat hidup kami untuk selalu memuliakan Nama-Mu di manapun kami berada”. Amin.
JANJI “Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita”. Mazmur 85:10
PUJIAN Mungkin ada baiknya kita masing-masing mencermati lagi nama Baptis yang diberikan kepada kita masing-masing. Pernahkah kita mendengar atau membaca riwayat hidupnya. Lalu Teladan apa dari orang Kudus, yang selama ini namanya selalu kita bawa dalam kehidupan? Ada yang masa bodoh, tetapi banyak umat ysng terinspirasi oleh teladan hidupnya.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ