PIKUL SALIB
04 November 2020
Rabu, 4 November 2020
Karolus Borromeus
Filipi 2:12-18
Mazmur 27:1.4.13-14
Lukas 14:25-33
“Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” ---- Lukas 14:27
PIKUL SALIB memang merupakan panggilan iman kristiani yang cukup berat. Memikul Salib itu memberi makna ‘siap menderita bagi Kristus’, seperti yang telah dilakukan Yesus di jalan menuju Golgota: rela menderita, dihina, diejek, dan lain-lain, karena Ia mengikuti kehendak Allah Bapa untuk menyelamatkan manusia yang berdosa.
Sekarang, setelah kita ditebus dan diselamatkan, apakah kita juga lalu mau menderita demi dan bersama Kristus?
Pak Kino suatu hari terlambat berangkat ke Gereja. Ia ambil jalan pintas, dengan berspeda motor melawan arus jalan, sehingga akhirnya ia ditangkap polisi. Dengan ini, apakah pak Kino menderita demi Kristus (agar tidak terlambat tiba di Gereja). Jelas tidak. Ia ditangkap polisi karena ‘kesembronoannya’ sendiri. Baiknya taat aturan lalu lintas meski terlambat ke gereja.
‘Memikul Salib’ di sini adalah rela menderita, disakiti atau dipermalukan orang lain, karena kita menjadi pengikut-Nya. Pak Giyo rela tidak naik pangkat. Ia orang Katolik yang teguh beriman. Ia tolak ‘pindah agama – menjadi mualaf’ , meski atasannya menjaminnya dengan mengatakan “Bila kamu pindah ke agama saya, maka pangkat kamu segera saya naikkan”.
Beranikah kita melakukan tindakan seperti pak Giyo. Sebagai murid Kristus yang tahu konsekuensi beriman kristiani, maril kita meniru Tindakan penuh kesaksian pak Giyo. (DAG)
DOA: Tuhan Yesus, bangunlah komitmen dalam diriku agar aku dapat sungguh menjadi murid-Mu yang sejati. Amin.
JANJI: “Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup!” ---- Mazmur 27:13
PUJIAN: St. Carolus Borromeus (1538-1584) Uskup Agung Milan, Italia Utara. Tahun 1576, daerah Milano terserang wabah sampar. Ia rela menderita dengan mempersembahkan hartanya bagi para korban. Ia mempersembahkan misa walaupun saat itu ia menderita sakit. Ia sungguh-sungguh telah memikul salib Kristus. Ia dijadikan Pelindung oleh para Suster Kongregasi Cinta Kasih, yang kita kenal dengan julukan Suster CB, yang mengelola Lembaga Pendidikan (Tarakanita, Stella Duce) dan Pelayanan Kesehatan (RS Panti Rapih di Jogya, Karolus di Jakarta, Borromus di Bandung).
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ