Pleno BPN PKK Indonesia 2025-2028 Gelar Raker di Gedung KWI
29 January 2026
Jakarta. Bertempat di Gedung Konferensi Waligereja Indonesia
(KWI) di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, tepatnya di Aula Henry Soetio, Pleno
Badan Pelayanan Nasional Pembaruan Karismatik Katolik (BPN PKK) Indonesia
menggelar rapat kerja (raker) selama tiga hari mulai Kamis (29/1/2026). Raker
tersebut diselenggarakan untuk penyelarasan dengan tata organisasi BPN PKK Indonesia
yang baru yang hanya terdiri dari BPN Harian dan Inti. Di mana, BPN Inti
terdiri dari para Koordinator BPK dari 34 Keuskupan dan Penghubung BPK dari 1
Keuskupan. Selain itu, dalam Raker juga dibahas program kerja prioritas BPK,
rencana penyelenggaran Konvensi Daerah (Konvenda) BPPG, anggaran kegiatan
prioritas dan rencana pelaksanaan puncak acara Golden Jubile Pembaruan
Karismatik Katolik Indonesia. Raker ini diselenggarakan dalam suasana yang
penuh persahabatan dan pembicaraan berlangsung dua arah, sehingga terjadi
komunikasi yang hangat, saling pengertian, dan saling membantu antar BPK dan
BPPG.
Raker dibuka
dengan perayaan Ekaristi yang dipersembahkan oleh Rm. Yustinus Hilman
Pujiatmoko, Pr yang akrab dipanggil Rm. Hilman yang berasal dari Keuskupan
Bandung. Rm. Hilman merupakan Romo Moderator untuk mendampingi kepengurusan BPN
PKK Indonesia periode 2025-2028. Dalam kotbahnya, Rm Hilman mengupas dari
bacaan Injil Markus 4:21-25 yang menjadi bacaan pada hari itu. Peserta raker
diingatkan untuk menjadi terang dalam menjalankan perutusannya.
Dalam kata
sambutan yang dikirimkan berupa video, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga
selaku Uskup Penasehat Episkopal BPN PKK Indonesia dan akrab dipanggil Mgr.
Frans tersebut menyambut gembira atas raker tersebut, walaupun beliau belum
dapat bergabung secara langsung. Mgr. Frans mengingatkan, agar peserta yang
berasal dari berbagai Keuskupan di Indonesia untuk bersinodalitas, yaitu
berjalan bersama, supaya semua rencana dan kegiatan yang akan dikerjakan diberkati
dan menjadi berkat, serta bermanfaat bagi umat yang dilayani. Mgr. Frans juga
menyemangati untuk jangan pernah lelah berbuat baik, terlebih Injil pada hari
itu menunjukkan bahwa kita semua senang dengan terang, lebih dari itu Mgr.
Frans juga mengajak semua peserta raker untuk menjadi terang. Sebagai orang
beriman, iman bukan sekedar asesories dalam identitas kita sebagai orang
Katolik, tetapi iman menjadikan terang bagi banyak orang.
Sebelum memulai sesi-sesi raker, peserta bersama-sama memuji, bersyukur dan menyembah Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus. Peserta mensyukuri segala kebaikan dan perutusan yang diberikanNya. Peserta mengarahkan pandangan kepada Tuhan Yesus yang telah menjadikannya sebagai sahabat dan memberi daya Roh Kudus untuk ambil bagian dalam karya-karyaNya.
Selanjutnya,
dalam sesi pertama, Alb. Budi Sutedjo selaku koordinator BPN PKK Indonesia
menghantarkan pembahasan untuk penyelarasan dengan tata kelola BPN yang baru.
Di mana, BPN hanya terdiri BPN Harian dan BPN Inti. Khusus untuk tahun 2026
yang merupakan tahun peralihan kepemimpinan Badan Pelayanan Propinsi Gerejawi
(BPPG), maka para koordinator BPPG 2023-2026 diundang untuk mengikuti
raker-raker pleno BPN.
Pada sesi pertama, dibahas tentang posisi dan peran BPN PKK Indonesia di dalam lingkup KWI mengingat dalam susunan fungsionaris KWI telah diutus seorang Uskup Delegatus sebagai Penasehat Episkopal BPN PKK. Bila melihat sejarah, beberapa Uskup telah menjadi Uskup Penasehat Episkopal BPN PKK Indonesia, antara lain: Alm. Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira, S.V.D., Alm. Mgr. Cosmas Michael Angkur, O.F.M., Mgr. Petrus Boddeng Timang (2009-2015), Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm. (2015-2022), dan sejak tahun 2022 hingga sekarang, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga yang diutus menjadi Uskup Penasehat Episkopal BPN PKK.
Pada
kesempatan itu, peserta juga diingatkan kembali pada Pedoman
Pastoral Para Uskup Indonesia dan Surat Gembala PKK Indonesia yang dirumuskan
oleh Majelis Waligereja Indonesia (MAWI 1983), KWI (1993) dan KWI (1995).
Pedoman dan surat Gembala itu diharapkan untuk didalami bersama para
Koordinator Badan Pelayanan Keuskupan (BPK) bersama para Koordinator
Persekutuan Doa (PD) dan tim kerjanya, agar BPK dan PD semakin memahami
pandangan para Uskup Indonesia terkait dengan keberadaan PKK di Indonesia,
serta dapat menyelaraskan dengan reksa pastoral para Uskup Indonesia.
Topik
bahasan selanjutnya yaitu
tentang arah, pola kepemimpinan, dan komunikasi dalam kepengurusan BPN
2025-2028 ini. Pembahasan di awali dengan pendalaman tentang beberapa hal yang
mendasar, yaitu: Discernment in the Spirit, Roh Kudus sebagai
Pemeran Utama, kehadiran Uskup menampakkan semangat Gereja Perdana, tumbuhnya
Karunia dan Karisma Roh Kudus di PD, hanya kebenaran yang ditemukan dalam
Discernment in the Holy Spirit dan untuk mengenali suara Allah diperlukan keheningan.
Setelah pendalaman tersebut, pembahasan dilanjutkan dengan Visi, Misi dan
Sasaran BPN PKK Indonesia periode 2025-2028 dengan merujuk pada pergulatan
Gereja Katolik Indonesia yang telah dipresentasikan oleh delegasi dari
masing-masing keuskupan dan regio dalam Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia
(SAGKI). Selanjutnya dibahas pola kepemimpinan yang bersifat kolektif kolegial
(partisipatif), kaderisasi dan regenerasi, rumah digital BPN, dan pengembangan
PD PKK.
Pada kesempatan tersebut, juga dibahas terkait dengan retret jenjang PKK Indonesia, serta dorongan agar para peserta tidak hanya berpaku pendekatan berdasarkan data (Statistik) semata, tetapi sangat penting untuk mengembangkan pendekatan hati, dan terus menerus melakukan Discernment in The Spirit dalam menyusun program-program prioritas, agar semakin selaras dengan kehendak Allah dan situasi riil yang dialami oleh umat. Peserta juga diajak untuk memikirkan dilakukannya terobosan-terobosan dan inovasi-inovasi, khususnya terkait dengan pembaruan materi-materi pembinaan agar sesuai dengan konteks situasi masa kini dan usaha-usaha kaderisasi dan regenerasi kepengurusan.
Pada sesi kedua, pembahasan berfokus pada program prioritas BPK. Di mana, pada sesi ini terjadi diskusi yang sangat intens untuk meningkatkan efektivitas program pembinaan dan pengkaderan, serta efisiensi anggaran. Dalam pembahasan yang akrab dan sebagian besar peserta saling berbagi pengalaman, pandangan, pemikiran, ide dan gagasan, sehingga dapat disepakati untuk pelaksanaan program prioritas di sejumlah BPK di awali dengan Training Course (TC) secara online untuk 5 jenjang retret. Kesepakatan itu merupakan terobosan besar yang disepakati bersama untuk mempercepat kaderisasi dan memperkuat BPK-BPK agar BPK-BPK dapat segera memperoleh pengajar-pengajar retret jenjang untuk membangkitkan, merawat dan mengembangkan hidup dalam Roh Kudus. Selain itu, melalui pembicaraan yang positif dan kontruktif tersebut juga dapat terajut kerjasama dan kesediaan untuk saling menopang antar BPK dan BPPG, di mana BPK dan BPPG yang memiliki sumber daya menopang BPK dan BPPG yang membutuhkan. Hal itu mewujudkan kehidupan para Rasul yang sejati. Rm. Hilman sangat mengagumi persaudaraan dan persahabatan yang tumbuh di antara para koordinator BPK dan BPPG tersebut.
Sesi-sesi
raker pada hari kedua diwarnai dengan diskusi tentang program prioritas dari
masing-masing bidang, yaitu bidang Evangelisasi dan Misi, Liturgi dan Doa,
Dana, Creative Ministry, Media Komunikasi, Kaderisasi, Kepemudaan dan Konseling
yang dipimpin oleh para wakil Koordinator BPN. Sementara itu, di sisi lain,
para koordinator BPPG beserta koordinator BPK yang menjadi penyelenggara
Konvenda didampingi Rm Hilman dan Alb. Budi Sutedjo berdiskusi tentang tema,
pembicara dan upaya penggalangan dana untuk penyelenggaraan Konvenda.
Setelah
masing-masing bidang dan para koordinator BPPG berkoordinasi, kemudian
dilakukan presentasi dan tanggapan-tanggapan dari program-program prioritas
yang dirumuskan di masing-masing bidang dan konvenda. Kegiatan berlangsung
hingga sore hari.
Sedianya, hari kedua itu akan diakhiri dengan acara keakraban bersama, tetapi sehubungan dengan datangnya berita duka, dimana pada sore itu, bapak Johnny Franciscus Yapianto yang merupakan koordinator BPPG Samarinda berpulang kepangkuan Tuhan pasca operasi jantung, maka para peserta raker datang melayat di RS Harapan Kita. Di sana, para peserta raker sempat untuk melakukan PD singkat untuk menghantar kepergian pak Johnny dan memberikan penghiburan bagi keluarga.
Pada hari
ketiga, diawali dengan pembahasan tentang keputusan dan warnasari. Pada
kesempatan ini, Rm Hilman memberikan sharing pengalaman yang menginspirasi,
agar BPK dan BPPG terus mendorong untuk terbentuknya komunitas PD dan
pribadi-pribadi yang terus bertumbuh.
Di sesi
terakhir, panitia perayaan Golden Jubile mempresentasikan kegiatan-kegiatan
yang dipersiapkan dan rencana penggalangan dana terkait dengan perayaan 50
Tahun PKK di Indonesia pada tanggal 10 Oktober 2026 yang akan datang. Selanjutnya
kegiatan diakhir dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Hilman.