POLA HIDUP YANG BENAR
21 August 2018
Selasa, 21 Agustus 2018
St. Pius X
Yehezkiel 18: 1-10
MT Ulangan 32:26-28, 30, 35-36
Matius 19:23-30
“Aku berkata kepadamu: ‘sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga” --- Matius 19:23
SABDA YESUS itu berkumandang juga dalam Injil Lukas dan Markus. Ini artinya sesuatu ajaran yang perlu kita cerna. Kalau kita merenungkannya, kita terbayang orang-orang ‘selebrities’, entah mereka itu ‘pengusaha kaya’, ‘olah ragawan’, bintang film atau orang-orang dalam bidang ‘entertainment’. Pola dan gaya hidupnya membuat kita kagum, tetapi sekaligus membawa kita ke pemahaman ‘ teologi sukses’ atau ‘teologi kemakmuran’. Betulkah Allah memberi pahala kita dengan kekayaan dan harta berlimpah, karena ketakwaan kita, doa dan hidup kita yang benar?
Pemahaman akan makna Injil seperti itu adalah sesat. Injil tanpa Salib. Betulkah hidup Yesus tanpa derita salib, untuk masuk ke kemuliaan-Nya?
Justru sengsara dan salib Kristus memberi makna akan hidup ini dan tujuan akhir hidup kita! Kita berdoa ‘berilah kami rezeki secukupnya’, bukan berkelimpahan! Harta harus membawa kita dekat pada Tuhan bukan sebaliknya. Bila harta itu menghambat kita, selayaknya kita kesampingkan! Pemahaman ‘teologi sukses’ atau ‘makmur’, justru lebih berbahaya dan menjadi penghalang masuk ke Kerajaan Surga daripada hartanya sendiri!
Doa: Bapa, berilah kami hikmat kebijaksanaan dalam mengelola harta anugerah-Mu!
Janji: “Mereka itu suatu bangsa yang tidak mempynyai pertimbangan dan tidak ada pengertian, pada mereka” --- Ulangan 32:28
Pujian: St. Ignatius dari Loyola mengajari kita lewat Latihan Rohani, agar kita bisa lepas bebas dari segala yang ada pada kita: sejauh itu membantu menunjang arah hidup kita untuk hidup kekal, kita gunakan, bila hal kitu semua menghalangi, kita singkirkan!
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ