PROVOKATOR VS MEDIATOR

18 January 2024

Kamis, 18 Januari 2024

1 Samuel 18:6-9; 19:1-7       

Mazmur 56:2-3.9-10a.10b-11.12-13  

Markus 3:7-12




“Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud.” --- 1 Samuel 18 : 9


PROVOKASI MENURUT KBBI adalah perbuatan untuk membangkitkan kemarahan, atau tindakan menghasut seseorang dengan berbagai upaya.  Provokasi bisa dilakukan secara sengaja/terencana dengan tujuan menghasut dan menimbulkan pertikaian antar pribadi atau antar kelompok, bisa juga provokasi terjadi tanpa direncanakan secara khusus.  Dan kita seringkali menyaksikan atau mendengar banyak sekali kasus provokasi baik yang terencana ataupun yang tanpa sengaja, namun dampaknya adalah sama, yaitu kebencian, permusuhan, bahkan sampai terjadi pembunuhan (antar pribadi atau kelompok).

Dalam bacaan hari ini, 1 Samuel 18:6-9, dikisahkan bagaimana kaum perempuan Israel menyambut kedatangan Raja Saul dan Daud yang baru pulang setelah memukul kalah pasukan/orang-orang Filistin.  Kalimat yang dinyanyikan kaum perempuan itu : “Saul mengalahkan beribu-ribu, tetapi Daud berlaksa-laksa”  telah menyulut kemarahan Raja Saul, menimbulkan kebencian dan kedengkian dalam hatinya yang amat dalam terhadap Daud, sampai berupaya berkali-kali untuk membunuh Daud.  Saul terprovokasi oleh nyanyian kaum  perempuan itu, meskipun kemungkinan besar tidak ada maksud atau tujuan mereka menghasut Raja mereka untuk membenci Daud yang sebenarnya adalah pahlawan hebat dan gagah perkasa kebanggaan Israel.

Dari abad ke abad hingga hari ini, provokasi masih sangat sering terjadi di berbagai belahan bumi, termasuk di negara kita tercinta.  Tahun silam masyarakat dilelahkan dan dibuat gemas dengan kasus yang sangat heboh dimana seorang pejabat tinggi tega membunuh staf kepercayaannya yang setia karena terprovokasi aduan sang istri.  Pernah juga terjadi seorang ayah yang tega menganiaya anaknya yang masih balita karena terprovokasi sang ibu.  Dan bagaimana masyarakat kita pernah terbagi 2 dengan istilah cebong dan kampret dalam pilkada ibukota yang menimbulkan dampak rawan perpecahan bukan saja di ibukota melainkan seluruh negeri. Bahkan provokasi juga banyak  terjadi di komunitas-komunitas dalam masyarakat, juga dalam keluarga-keluarga. Dan dampak yang ditimbulkan adalah  kesedihan, penderitaan, pertikaian, kekacauan, dll hal negatif melulu.

Dalam perikop berikutnya, 1 Samuel 19 :1-7, mengisahkan sikap positif  dari Yonatan anak Raja Saul.  Ia bertindak bijaksana dengan berupaya mencegah ayahnya membunuh Daud, sahabatnya.  Dengan santun dan tulus hati mengingatkan dan memberi masukan-masukan yang baik dan positif kepada ayahnya, Yonatan dalam perikop ini berhasil mendamaikan ayahnya dengan Daud.   Yonatan  adalah  juru damai (mediator) yang menyelamatkan Daud dari pembunuhan oleh Raja Saul.

Mari kita renungkan, ditengah banyaknya provokasi yang terjadi di berbagai kalangan masyarakat kita dan dunia, berapa banyak orang-orang yang mau mengambil bagian sebagai mediator, juru damai, di saat terjadi beda pendapat, pertentangan, salah paham, perselisihan yang ada di sekitar kita?  Atau apakah kita justru lebih cenderung atau tanpa disadari malah telah menjadi provokator itu sendiri?  (Amanda).

 

­­­­­­­­­DOA: ”Tuhan Yesus, Engkaulah Penasihat Agung, Raja Damai,  bantulah kami dalam mengikuti teladan-Mu sehingga kami dapat membawa  terang dan damai dimana pun kami berada dan dalam situasi apa pun.  Terangilah pikiran kami dengan terang hikmat-Mu sehingga kami dapat menjaga tutur kata kami  selalu membawa damai, penghiburan, kegembiraan dan memberkati sesama yang mendengarnya.  Kami juga berdoa khusus untuk hari ini ya Tuhan, kiranya Roh Kudus-Mu membimbing seluruh umat Kristiani di seluruh dunia bersama-sama membangun Gereja-Mu dalam semangat persatuan dan kasih di dalam Engkau, Amin.”

JANJI: “Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan? Maka musuhku akan mundur pada waktu aku berseru; aku yakin, bahwa Allah memihak kepadaku." - Mazmur 56: 9-10

PUJIAN: Konsili Vatikan II membuka gerakan baru untuk Gereja Katolik membuka diri dan menerima saudara-saudari yang terpisah dalam gereja-gereja lain. Melalui dokumen Unitatis Redintegratio, Gereja Katolik menunjukkan dukungan dan penghargaan  terhadap Gerakan Ekumene (Gerakan Pemulihan kembali kesatuan umat Kristiani), disebutkan bahwa Ekumene sebagai tanggung jawab segenap umat beriman. Kita semua dipanggil untuk turut terlibat dalam gerakan Ekumene sehingga pemulihan kembali kesatuan umat Kristen dapat tercapai.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.