PULANG
03 May 2023
Rabu, 3 Mei 2023
1 Korintus 15 : 1-8
Mazmur 19 : 2-3,4-5
Yohanes 14 : 6-14
“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.“ --- Yohanes 14 : 6
TERSESAT dalam perjalanan kehidupan adalah suatu hal yang amat sering terjadi sepanjang kehidupan umat manusia. Adam dan Hawa terkena bujuk si ular tua melanggar perintah Allah. Mereka pun tersesat, tertutup jalan kembali kepada kebahagiaan bersama Allah. Terusir dari Taman Eden mereka dan keturunannya hidup dalam ketidak-benaran, penderitaan, terbelenggu kutuk dosa. Sejak itu, membentang jurang kematian kekal yang tak terseberangi, memisahkan manusia dengan Allah.
Manusia dengan segala keterbatasannya tak mampu menyeberangi api kekal tersebut untuk mencapai Allah dalam kemuliaan-Nya. Namun, Allah yang adalah Kasih tidak membiarkan manusia terhilang dalam kesesatan. Allah selalu lebih dulu berinisiatif dalam kebaikan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3 :16). Ia mengutus Yesus, Putera-Nya untuk menyelamatkan, Allah menjelma menjadi manusia dalam pribadi manusia Yesus (inkarnasi).
Allah dalam Yesus rela menjadi “jembatan” bagi manusia untuk menyeberangi jurang api maut, sehingga manusia bisa pulang kembali dalam kebahagiaan kekal bersama-Nya di Surga (Eden yang baru). Injil hari ini, Yesus Sang Putera Allah menegaskan kembali tentang hal itu dalam firman-Nya : “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.”
Yesus adalah satu-satunya jalan. Ia mengundang semua orang untuk datang kepada-Nya, belajar dari-Nya tentang diri-Nya yang adalah kebenaran sejati, tidak ada dosa pada-Nya, Ia berkuasa mengampuni manusia dan menghancurkan kutuk dosa.
Yesus adalah jalan, Yesus adalah kebenaran, Yesus adalah hidup kekal. Kita yang tidak benar, akan dibenarkan oleh karena iman akan Dia. Ketika kita datang kepada-Nya, mengikuti apa yang diajarkan-Nya, sesungguhnya kita telah berada dalam lintasan jembatan itu dan dalam perjalanan pulang menuju Eden yang baru. Kita harus terus berjalan diatas-Nya selama kehidupan kita. Panjang jembatan yang kita jalani mungkin berbeda-beda. Ada yang pendek, cukup panjang atau panjang sekali. Itulah umur yang Tuhan tentukan bagi kita masing-masing. Bila kita setia berada di jalan-Nya pasti kita akan sampai dan tinggal bersama-Nya dalam kebahagiaan hidup kekal.
Kita semua sedang berjalan meninggalkan dunia ini, hanya ada 2 pilihan bagi manusia, tetap berada dalam kesesatan dosa menuju hukuman kematian di api kekal, atau berbalik arah, pulang ke Rumah Allah Bapa di surga.
Sampai saat ini, Yesus masih mengundang dan membuka diri-Nya bagi kita semua. Bagi yang masih berada dalam kesesatan, mari segera mencari Dia. Sedangkan bagi yang telah beroleh kasih karunia, berada dalam lintasan-Nya, mari tetap teguh dalam iman dan kebenaran-Nya sampai akhir nanti. Lord.. we’re coming home. (VLB).
DOA: “Allah Bapa, terimakasih karena Engkau telah mengaruniakan Yesus Kristus Putera-Mu untuk menyelamatkan kami dari kesesatan dosa dan hukuman kekal. Bimbinglah kami dengan Roh Kudus-Mu agar hingga akhir hayat kami tetap teguh dalam iman dan kesetiaan kepada Kristus Putera-Mu. Dan, gerakkanlah hati semua orang untuk menerima keselamatan di dalam Dia. Amin.”
JANJI: “dan, apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” Yohanes 14: 13-14
PUJIAN: Hari ini, Gereja merayakan peringatan kepada 2 orang rasul Kristus, yaitu St. Filipus dan St. Yakobus. Meskipun mereka kurang dikenal dan hanya diceritakan sedikit di dalam Kisah Injil namun saya percaya bahwa Tuhan memiliih keduarasul ini untuk suatu tujuan yang tepat. Sama seperti kita sebagian besar umat Kristiani, mereka mempunyai pekerjaan dan keluarga. Dalam kesederhanaan ilmu teologi yang mereka miliki, mereka tetap setia dan konsisten sebagai rasul Kristus, mereka melakukan tugas perutusan dan menghasilkan buah. Mereka tidak terlepas dari penderitaan karena mengikuti Kristus, mereka taat dan menerima pembentukan oleh Roh Kudus sehingga semakin hari semakin menyerupai Kristus yang mereka ikuti. St. Filipus dan St. Yakobus telah memberikan contoh kepada kita untuk menjadi saksi-saksi/rasul awam di jaman modern. Di tengah keluarga, ditengah lingkup kerja dan di masyarakat sekitar kita tinggal. ***
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ