Rabu, 19 Mei 2021

19 May 2021

Rabu, 19 Mei 2021

St. Krispinus dari Viterbo

Kisah Para Rasul 20:28-38

Mazmur 68:29-3, 33-35a, 35b, 36c

Yohanes 17:11b-19


“Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia.” Yohanes 17:18


INJIL YOHANES sering menggambarkan kosmos atau dunia sebagai tempat berkuasanya kekuatan jahat. Namun, Yesus tidak mengajarkan untuk meninggalkan kosmos meski keadaannya sangat buruk. Sebaliknya, karya penebusan-Nya adalah justru untuk mendatangi dunia itu dan menerangi tempat gelap tersebut. Maka Yesus juga mengutus para murid-Nya pergi ke dunia (Yoh 17:18). 

Agar misi ke dunia itu bisa dijalankan, Yesus berdoa kepada Bapa-Nya memohon tiga hal.

  • Pertama, agar para murid-Nya dipersatukan seperti persatuan antara Diri-Nya dengan Bapa (ay. 11);
  • Kedua, agar mereka dilindungi dari “tou pon?rou’ (yang jahat, yaitu Setan) (ay. 15);
  • Ketiga, agar mereka dikuduskan dalam kebenaran (ay. 19).

Persatuan dengan Allah adalah kunci segalanya. Keragaman tidak ditolak, bahkan menjadi kekayaan, bila berada dalam satu paradigma dan satu kriteria, yaitu kesatuan dengan Kasih Ilahi. Yohanes memang menekankan bahwa kesatuan rohani (inner life) dengan Allah merupakan dasar dari semua misi dan evangelisasi. Melalui kesatuan inilah, manusia terlindung dari kejahatan, dan dengan demikian dikuduskan oleh kebenaran. 

Di sini, sekali lagi yang aktif adalah rahmat dan anugerah Allah, bukan usaha kita manusia! Dan, Yesus berdoa agar keaktifan Bapa ini selalu dianugerahkan pada kita. Hanya ‘anak kebinasaan’, yaitu mereka yang memilih untuk menolak Allah, yang sulit menerima anugerah tersebut (ay.12). Tentu, kita tidak ingin menjadi seperti merekamereka itu. (WIT)

DOA: “Ya Yesus semoga doa-doa kami tidak hanya di bibir dengan membaca doadoa yang ada dalam buku-buku doa tersedia. Ajarlah kami mulai berdoa dengan berbincang diri kami dengan dikau dengan kata-kata kami sendiri.”

JANJI: “Kerahkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, Engkau yang telah bertindak bagi kami.” Mazmur 68:29

PUJIAN: "St. Krispinus dari Viterbo, Italia (1668- 1750), berasal dari keluarga pedagang kecil. Sejak kecil, devosinya kepada Bunda Maria sangat kuat. Ia pintar dan mampu menguasai Bahasa Latin secara otodidak. Namun, karena orangtuanya tidak mampu menyekolahkannya, akhirnya ia menjadi tukang sepatu. Pada 1693, ia masuk biara Kapusin, menjadi bruder, dan bertugas sebagai tukang masak. Iman dan kerendahan hati, serta devosinya kepada Bunda Maria, sangat kuat. Ia bahkan membuat altar kecil dekat dapur, di mana ia mempersembahkan semua pekerjaannya kepada Bunda Maria. Dari altar kecil itulah, berkat doadoanya, banyak orang disembuhkan dari penyakit. Kesuciannya tampak ketika saat mau meninggal, ia mendaraskan Mzm. 122:1: “Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: ‘Mari kita pergi ke rumah TUHAN".

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.