RAHASIA PENGINJILAN
29 January 2021
Jumat, 29 Januari 2021
Ibrani 10:32-39
Mazmur 37:3-6, 39-40
Markus 4:26-34
“Menabur benih di tanah”--- Markus 4:26
DALAM DUNIA cocok-tanam, orang mengawalinya dengan menabur benih. Entah benih itu dilempar ke tanah begitu saja, atau orang membuat lubang-lubang di tanah lebih dulu. Kita juga bisa membuat persemaian. Bila ada air sedikit dan sinar matahari, akan muncullah kecambah di atas permukaan tanah. Kalau kita mau memperhatikan, kita sebenarnya menyaksikan suatu mukjizat.
Itulah Injil hari ini gambarkan. Mungkin tidak begitu sempurna sebagai para petani lakukan guna mengharapkan panenan dari biji yang tertanam atau tertabur. Seakan-akan ia asal menebar biji.
Di pagi hari kita berdoa memohon berkat bagi segala kegiatan kita di hari itu, dari pagi sampai malam. Kita melakukan ini dan melakukan itu; bertemu dengan orang ini dan itu, kita ngomong begini dan begitu kepada mereka. Kita mengajak teman minum teh atau kopi, memberi kado, membuat sesama senang dan gembira, dll.
Sebenarnya saat-saat itu kita baru menebar benih, lewat sikap, kata dan perbuatan kita. Itu semua bukan sekedar tindakan, tetapi lewat itu semua kita baru ‘pergi keluar’ membawa berkat bagi mereka. Karena ada doa di balik setiap biji tertabur. Dan ini perlahan membawa orang-orang itu semakin dekat dengan Yesus. Ada kuat kuasa atau tenaga positif keluar dari perbuatan dan kata-kata kita yang sepele itu. Di saat-saat itu tak perlu kita bingung bagaimana kita berbicang tentang iman kita. Cukup kita hayati dan jalani begitu saja dengan berfokus pada orang di sekeliling kita yang kita ajak berbincang. Inilah rahasia evangelisasi atau pewartaan. Kesaksian kita mungkin lewat kata-kata kita itu, yang kita sampaikan dengan penuh kasih dan perhatian bagi mereka-mereka yang membutuhkan. Tak perlu tergesa atau kurang sabar melihat hasil atau buahnya. Perumpaan Yesus yang kita denar hari ini memberi jaminan: biji-biji itu perlahan akan tumbuh, berakar, berkembang dan berbuah. Dan tugas kita menebar dan menabur benih. (SW)
DOA: Tuhan, ajarilah kami-kami menjadi penebar benih-benih yang menarik orang mendekat pada-Mu.
JANJI: “Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik. … Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayakanlah kepada-Nya dan Ia akan bertindak”--- Mazmur 37:3,5
PUJIAN: Mas Sutarno, seorang katolik, dipilih menjadi Kepala Dukuh di suatu desa suatu kelurahan Kulon Progo. Ia lakukan dengan baik pelayanan menurut tugasnya kepada penduduk ‘pedukuhannya’ tanpa pilih kasih. Dan tiap tahun jumlah yang meminta dibaptis selalu ada.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ