RAJA MULIA
06 August 2018
Senin, 6 Agustus 2018
Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya
Daniel 7:9-10,13-14
Mazmur 97:1-2,5-6,9
2 Petrus 1:16-19
Markus 9:2-10
“Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akanlenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.” ---- Daniel 7:14
NONTON TV Pesta Perkawinan. Pernah saya nonton TV acara Pesta Nikah anggota keluarga kesultanan Brunei Darussalam . Betapa semaraknya ruangan yang dipenuhi dengan banyak hiasan berbagai jenis bunga, belum lagi berbagai aksesoris dengan aksen keemasan yang memenuhi seisi ruangan. Negara Brunei Darussalam mempunyai arti “Tempat yang Penuh Kedamaian”. Sebagai negara makmur di mana minyak adalah penggerak utama ekonomi Brunei, negara telah memberikan kesejahteraan bagi rakyat Brunei.
Pembuangan di Babel telah menempatkan bangsa Israel di bawah penindasan Raja Belsyazar, anak dari Nebukadnezar. Kemudian sejarah bergulir dan pemerintahan berganti kepada raja Midian yaitu Darius, yang menjadikan Daniel sebagai salah satu dari ke tiga orang kepercayaannya. Daniel yang tidak bercacat cela di hadapan semua orang, mendapatkan penglihatan tentang Anak Manusia yang diberi kekuasaan, kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja atas segala bangsa, suku bangsa dan bahasa. Dan kekuasaan Anak Manusia itu kekal, tidak akan lenyap serta kerajaan yang dipimpin-Nya tidak akan musnah. Pada masa itu bangsa Israel yang dikuasai bangsa asing sangat menantikan kehadiran seorang raja penyelamat bagi hidup mereka.
Kelahiran Anak Manusia, yakni Yesus telah dinubuatkan para nabi, di antaranya Daniel, namun disalahartikan oleh bangsa Israel. Mereka menyangka raja yang akan datang itu hendak membebaskan Israel dari kekuasaan bangsa lain dan memimpin mereka sama halnya dengan raja-raja dunia yang lain, yakni dalam pengertian politik.
Bersama Yakobus dan Yohanes, Petrus diberi rahmat untuk menyaksikan Musa dan Elia berbicara kepada Yesus dalam awan yang menaungi mereka di gunung Tabor serta bagaimana Gurunya itu menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa Yang Mahamulia dalam rupa suara yang mengatakan, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” (2 Ptr 1:17). Saat itu Petrus terpesona dan takjub dengan aura ilahi yang dilihat dan dirasakan sehingga ia berkata kepada Yesus: "Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia" (Markus 9:5).
Bila kita menghadirkan Tuhan sebagai penguasa dan raja dalam hidup ini, maka kehidupan kita akan selalu dipenuhi dengan damai sejahtera. Memang, Tuhan tidak menjanjikan langit selalu biru dan hidup selalu baik-baik saja. Namun janji-Nya yang akan selalu menyertai kita sampai akhir zaman, dapat dijadikan jaminan bahwa Dia tak akan tinggal diam dan pasti memelihara hidup kita seturut rencana-Nya. Untuk itu marilah kita menyediakan ruang dalam hati dan hidup kita untuk Tuhan bersemayam dan berkuasa serta mengendalikan diri kita sehingga keselamatan yang dijanjikan-Nya tetap bersama kita.
Apabila sebuah negara seperti Brunei Darussalam dapat memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya, apalagi Tuhan Yesus sebagai seorang Raja Mulia di bumi juga di surga. Dengan keagungan dan kebesaran-Nya, Dia pasti memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi kita bahkan tidak hanya di dunia ini saja, melainkan sampai kepada kehidupan yang kekal. (LP)
Doa: Ya Yesus, kami bersyukur karena Engkaulah Raja Mulia yang memerintah dalam hidup kami, sehingga kami dipenuhi suka cita dan damai sejahtera.
Janji: “Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya” ---- Mazmur 97:6
Pujian: Beata Maria Francesca Rubatto, mempersembahkan hidupmu bagi kemuliaan Tuhan dengan berbuat banyak pelayanan,antara lain dengan mengajarkan katekismus kepada anak-anak, mengunjungi orang sakit di rumah sakit, serta menolong orang miskin dan yang terabaikan.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ