RAJA SEGALA RAJA
24 November 2019
S A T U P E R J A M U A N
Edisi NOVEMBER 2019
Minggu, 24 November 2019
HR Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam
2 Samuel 5:1-3
Mzm 122:1 – 5
Kolese 1:12-20
Lukas 25:35-43
”Kristus adalah Gambar Allah yang tidak kelihatan” ---Kolose 1:15
MINGGU AKHIR DARI Tahun Liturgi, setiap tahun, Gereja menjadikannya pesta Kristus Raja – Raja Semesta alam- Raja segala raja-. Dan pujian “Terpujilah Raja Kristus” (PS 552), selalu dikumandangkan pada Minggu Kristus Raja ini. Semua bacaan hari ini memberikan ‘pemaknaan’ akan hakikat sejati dari martabat raja. Bacaan pertama mengingatkan kita akan semua jabatan raja (pimpinan) berujung asal dari Allah sendiri. Allah pernah menjanjikan bahwa Kerajaan Daud itu akan berlangsung selamanya. Sedang Injil mengungkap pernyataan bahwa Yesus itu adalah keturunan Raja Daud dan pewaris kerajaannya. Rencana Allah akan keselamatan umat manusia dikumandangkan dalam Hymne Bacaan Kedua dari surat Paulus kepada jemaat di Kolose. Anak Allah yang menjadi ‘manusia’ adalah Gambar Allah yang tidak kelihatan. Dan rencana Allah ialah ‘memperdamaikan segala sesuatu dengan Diri-Nya... oleh darah salib Kristus” (Kol 2:20).
Injil hari ini menggambarkan bagaimana pemenuhan rencana Allah itu. Tetapi anehnya ialah bahwa ‘jabatan Kristus sebagai Raja’ itu diwahyukan lewat peristiwa Salib-Nya, bukan lewat kuat kuasa dan kemuliaan-Nya, tetapi lewat ‘perendahan diri Penyaliban.
Injil Lukas hari ini memberikan potret pemandangan tak terlupakan, di mana Yesus yang tak bersalah disalib di antara dua penjahat.
Penjahat yang satu menghujat Yesus, sedang yang lain mengakui kesalahannya dan menyatakan bahwa Yesus tak bersalah.
Dalam peristiwa ini, ada pengakuan paling jelas dan terang-terangan bahwa Diri Yesus adalah Raja. Injil mengkisahkan pengakuan penjahat: “Yesus, ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja”.
Yesus menerima dan merangkul kejujuran dan iman penjahat itu, serta berjanji : “ Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan bersama-sama Aku di dalam Firdaus”.
Bersama Yesus dalam Kerajaan-Nya merupakan tujuan akhir setiap orang kristiani yang mengakui Yesus
sebagaimana diucapkan oleh penjahat tadi. Wafat Yesus di salib yang menegakkan Kerajaan-Nya dan membawa keselamatan bagi semua orang yang menyerukan Nama-Nya.
Doa: Ya Yesus, rajailah hati dan hidupku!
Janji: “Mereka mengurapi Daud menjadi Raja atas Israel” --- 2 Samuel 5:3
Pujian: Pesta meriah selalu diadakan di gereja di Pejompongan, Jakarta Pusat, di akhir Tahun Liturgi, sebab Gereja Paoki berpelindung “Kristus Raja”
Disusun oleh suatu Team
Di bawah koordinasi dan tanggung jawab Rm. Subroto Widjojo SJ