RAJA YANG SESUNGGUHNYA
09 June 2023
Jumat, 9 Juni 2023
Tobit 11:5-14
Mazmur 146:2acb.7.8-9a.9bc-10
Markus 12:35-37
“Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata: "Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud?” --- Markus 12:35
AHLI TAURAT percaya bahwa Mesias adalah keturunan Daud. Dalam tulisan-tulisan para rabi, Mesias selalu disebut dengan gelar "anak Daud". Yesus pun dipanggil dengan gelar tersebut (lih. Mrk. 10:46-52). Itu bukan hal yang salah, tetapi dalam bacaan hari ini, Yesus hendak mengoreksi gelar "anak Daud" yang disematkan kepada diri-Nya.
Anak Daud yang diidam-idamkan bangsa Israel seorang politisi ulung, panglima yang tak terkalahkan, dan raja di atas segala raja. Gelar "anak Daud" menjadi sangat bernuansa duniawi, militer, dan politis. Namun, gelar itu tidak begitu memadai lagi dan memang tidak tepat! Dengan mengajukan pertanyaan mengenai gelar "anak Daud", Yesus berusaha menyadarkan bangsa-Nya agar mereka meninggalkan pandangan tentang Mesias yang akan membebaskan Israel dari penjajahan Romawi. Ia ingin mereka melihat-Nya sebagai Tuhan dalam hati dan kehidupan manusia.
Dalam kehidupan nyata kita sekarang ini, rasanya banyak juga hati yang tertawan oleh penjajahan duniawi, rasa keterikatan oleh segala sesuatu yang menjadi kesukaan tetapi tidak terasa itu semua menjadi suatu jerat bagi kita.
Maka marilah kita jadikan Tuhan Yesus Raja atas diri kita, biarkan Dia berkuasa dan memerintah kita, sehingga Ia yang didalam akan terpancar keluar melalui tindakan atau perbuatan baik kita. Biarlah Kerajaan Allah itu boleh kita alami mulai saat ini dan juga menular dialami oleh orang banyak, sehingga keselamatan bersama boleh terjadi. (TDU).
DOA: “Tuhan Yesus, terimakasih, Engkau selalu mengingatkan dan mengajar kami untuk mengetahui dan mengalami kebenaran yang sejati.”
JANJI: “TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar.” - Mazmur 146:8
PUJIAN: Santo Primus dan saudaranya Santo Felicianus adalah kakak beradik ini berasal dari keluarga kafir di kota Roma. Setelah permandiannya, mereka rajin berdoa dan melakukan kegiatan-kegiatan amal kasih, mengunjungi orang-orang Kristen di penjara untuk menghibur dan meneguhkan hati mereka.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ