RASA DAMAI MENGALAHKAN SEGALANYA
04 May 2021
Selasa, 4 Mei 2021
Kisah Para Rasul 14:19-28
Mazmur 145:10-11, 12-13ab, 21
Yohanes 14:27-31a
“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu." -- Yohanes 14:27
SETIAP ORANG membutuhkan damai sejahtera dalam hatinya agar bisa hidup bahagia dan sukacita dalam menjalankan perutusan Tuhan. Dalam pelayanan mewartakan Injil atau di dalam komunitas berpelayanan karitatif, kita sering mengalami kesulitan, hambatan, penolakan, iri hati bahkan fitnahan. Paulus dan Barnabas sewaktu melakukan pelayanan pekabaran Injil di kota Listra bahkan pernah mengalami dilempari batu dan diseret ke luar kota. Walaupun demikian mereka tetap bertekun dalam iman, tidak patah semangat, tidak mendendam bahkan mereka tetap masuk ke dalam kota Listra kembali untuk mengabarkan berita Injil. Di dalam hati Paulus dan Barnabas ada kasih Kristus. Hal inilah yang membuat hati mereka damai.
Yesus mengetahui akan kebutuhan penting para murid-murid-Nya sepeninggalan Dia di masa yang akan datang, sehingga dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus mempersiapkan hati pengikut-pengikut-Nya dengan mengatakan, “Damai sejahtera-Ku Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu!” (Yoh 14:27).
Damai yang diberikan Yesus disebut sebagai “Damai sejahtera-Ku.” Damai yang dicurahkanNya lewat darah-Nya sendiri dan damai–Nya itu memberikan sukacita walaupun sedang dalam masalah, memberikan ketenangan dalam menghadapi gelombang kehidupan, penyemangat dalam menjalani hidup dan mau berbagi kepada sesama.
Damai yang diberikan oleh Yesus tidak sama dengan damai yang diberikan oleh dunia. Bagi dunia tanpa Kristus, damai yang diberikan mengandung kepentingan tertentu, sementara saja, tidak membawa kebahagiaan dan harapan yang hampa. Tetapi bagi orang yang hidupnya dipimpin oleh Roh Kudus, ‘damai sejahtera’ merupakan salah satu dari buah Roh (Gal 5:21). (HW)
DOA: “Allah Bapa yang mahakasih, pimpinlah hidup kami dalam Roh Kudus, sehingga kami dapat hidup dengan sukacita, kasih dan damai sejahtera. Amin.”
JANJI: “Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.” Mazmur 118:17
PUJIAN: Santo Paulus dalam melakukan tugas pelayanan memberitakan Injil mengalami banyak tantangan dan sengsara, namun dia tetap bertekun dalam iman.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ