REKONSILIASI YANG TAK DIRENCANAKAN
17 March 2020
Selasa, 17 Maret 2020
St. Patrisius
Daniel 3:25, 34-43
Mazmur 25:4-9
Matius 18:21-35
“Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu, seperti aku telah mengasihani engkau” --- Matius 18: 33
INI BENAR-BENAR terjadi dalam sejarah. Paus kita yang sekarang telah bergelar Santo, yakni Yohanes Paulus II, sebagai Pimpinan Tertinggi Gereja Katolik, 20 tahun yang lalu, tepatnya pada Minggu Advent pertama yang jatuh tanggal 12 Maret, berbuat sesuatu yang mengagetkan. Beliau meminta maaf atas dosa-dosa yang diperbuat oleh Umat Katolik sepanjang abad. Peristiwa itu disiapkan untuk suatu pembahasan dari Komisi Theologi Internasional. Dalam pembahasan Komisi itu, ditegaskan: “Dalam seluruh sejarah Gereja, tiada alasan untuk meminta maaf oleh Magisterium Gereja atas kesalahan masa lampau” (1:1).
Paus Yohanes Paulus II, yang pernah mengunjungi Indonesia, melanjutkan peristiwa kejutan dengan berinisiatif secara radikal meminta rekonsiliasi, yakni seminggu kemudian beliau mewujudkan impiannya mengunjungi Tanah Suci. Di sana pula beliau meminta maaf kepada bangsa Yahudi, sewaktu ia berkunjung ke Tembok Ratapan di Yerusalem. Apa yang dilakukan Paus itu memiliki makna simbolis yang kental. Gerakan mulia dari Roh Kudus dalam meminta maaf dan rekonsiliasi ini terus menjalar ke mana-mana ke seluruh muka bumi.
Dan kita, khususnya juga anda-anda, bersediakah anda menjadi pelayan pengampunan dan pelayan rekonsiliasi (2 Kor 5: 18) dalam keluarga anda, dalam Komunitas atau Lingkungan anda? Di Paroki atau di tempat kerja anda? Apakah anda juga bersedia memaafkan tujuh-puluh kali tujuh kali? (Mat 18: 22). Dan mengampuni dari lubuk hati yang terdalam (Mat 18: 35) ?
Masa Puasa – Masa Pra-Paska ini, adalah masa rekonsiliasi yang membuahkan damai di antara kita !
Mari kita ikut serta gerakan baru memulai pola hidup iman ‘ mengampuni dan rekonsiliasi !
DOA : Ya Bapa yang maharahim, berkenankanlah Roh Kudus – Roh pengampunan bekerja di dalam diriku
JANJI : “Semoga kami diterima baik, karena jiwa yang remuk redam dan roh yang rendah” —Dan 3:39
PUJIAN : St. Patrick atau Patrisius, yang kita peringati hari ini, adalah pelindung negri Irlandia. Ia begitu mengasihi musuh-musuhnya. Dan ia berhasil membawa mereka semua menerima Yesus.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ