RELASI KITA DENGAN BAPA 

23 May 2020

Sabtu, 23 Mei 2020

 

NP Hari 2

Kisah Para Rasul 18:23-28

Mazmur 47:2-3, 8-9,10

Yohanes 16: 23b-28


“Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya bahwa Aku datang dari Allah”  - Yohanes 16:27

 

SETELAH PERJAMUAN AKHIR, Yesus memberi wejangan dan nasihat kepada murid-mrid-Nya (Yoh bab 13-17). Salah satu penggalan wejangan-Nya menjadi bahan bacaan hari ini (Yoh 16:23-28). Di sini Yesus ‘curhat’ kepada para murid-Nya tentang relasi pribadi-Nya dengan Bapa. Sejak awal, Yesus sangat bersukacita dalam kasih dan kesatuan-Nya yang Ia alami dengan Bapa-Nya. Kemudian Yesus mengutarakan kepada para murid-Nya bahwa seperti itu juga  agar para murid-Nya memiliki pengenalan dan ber-relasi pribadi dengan Bapa: “Mintalah, maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu!” (Yoh 16:24).

Kira-kira mengapa Yesus demikian getol agar para murid-Nya mengenal Bapa di surga? Mengapa nampak penting Yesus menegaskan kepada para murid-Nya akan kasih pribadi Bapa sangat terbuka bagi para murid-Nya? Karena Yesus tahu menyadari akan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi menimpa para murid-Nya. Ia tahu dampak apa yang mengena pada para sahabat-Nya itu, kalau Dia nanti ditangkap dan ditahan serta dihukum mati disalib! Yesus tahu akan maksud baik para murid-Nya, meski toh mereka ini akan lari tercerai berai dan mendapat pencobaan yang berat! Di sini Yesus ingin membesarkan hati mereka agar mereka mendasarkan diri mereka pada Allah Bapa dan agar tetap berada di hadirat Bapa, sehingga mereka tetap ditopang oleh kasih Bapa.

Secara langsung Yesus berbincang dengan para murid-Nya sebab Dia ingin sekali agar para murid-Nya itu tahu bahwa mereka bisa memilih relasi akrab dan intim dengan Bapa yang meneguhkan mereka di kala hidup dan pelayanan mereka nanti dilanda prahara. Yesus ingin sekali agar para murid nanti berseru kepada Allah sebagai Bapa mereka, dan mengalami kuat kuasa kasih-Nya yang mampu mengangkat mereka di atas masalah dan tantangan. “Bapa sendiri mengasihi kamu” (Yoh 16:27).

Dan hari ini Yesus bersabda dengan kata-kata yang sama kepada kita. Apakah kita menyadari adanya kebenaran yang merubah hidup kita? Allah Bapa itu begitu peduli dan mengasihi kita secara pribadi. Ia memandang kita. Ia menuntun kita. Ia menjagai kita anak-anak-Nya. Ia mendengarkan doa-doa dan seruan serta jeritan kita!

 

DOA: Bapa, tunjukkan kepada kami pratanda-pratanda dekapan kasih-Mu yang hangat. Bantulah kami berbagi kasih dan kepedulian dengan sesama, yang kami jumpai.

JANJI: “Dengan tak jemu-jemunya, ia (Apolos) membantah orang-orang Yahudi di muka dan umum membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias” - Kisah 18: 28

PUJIAN: Dalam Misa, selesai Doa Syukur Agung, Gereja mengajak kita menyapa “Bapa di surga” dengan Doa ‘Bapa Kami, doa yang kita terima dari Yesus. Ini dilanjutkan dengan ’doa sisipan’ tiga macam yang bebas boleh dipilih oleh imam yang memimpin Misa. Kita bisa memohon kepada Bapa, agar (1) ‘dibebaskan dan segala yang jahat’, (2) agar ‘Kerajaan Bapa datang di seluruh muka bumi’, atau (3), mohon Bapa agar ‘kehendak Bapa terjadi di bumi ini, dan kehendak Bapa itu menjadi pedoman hidup’ kita.


Penanggung Jawab Renungan: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.