RENCANA ALLAH BAGI KITA MASING-MASING BERBEDA-BEDA
18 May 2024
Sabtu, 18 Mei 2024
Kisah Para Rasul 28:16-20.30-31
Mazmur 11:4.5.7
Yohanes 21:20-25
“Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” --- Yohanes 21:22
YESUS MENEGUR dengan keras Petrus karena murid-Nya yang satu ini ingin mengetahui sesuatu tentang seorang murid-Nya yang lain. Jawaban Yesus adalah bahwa kehendak Dia-lah yang penting, apa pun yang dikehendaki-Nya atas dari “murid yang dikasihi-Nya” bukanlah urusan Petrus. Yesus menginginkan agar Petrus berkonsentrasi pada rencana-rencana Allah untuk hidupnya sendiri. Apabila Petrus terus saja mau tahu tentang orang-orang lain di sekeliling dirinya, dan bukan secara langsung memusatkan perhatiannya pada Yesus dan sabda-Nya, maka dia akan luput melihat jalan yang telah disediakan Yesus bagi dirinya.
Memang mudah bagi kita untuk merasa iri hati atau cemburu terhadap orang-orang yang kelihatan memiliki segalanya, mereka yang begitu mudah dan alamiah dapat menghayati hidup atau memahami apa-apa saja yang bersifat rohaniah. Namun apabila kita merasa tergoda untuk berpikir bahwa Yesus telah membuat mudah bagi orang-orang lain untuk mengikuti diri-Nya, maka kehidupan Petrus dapat memberikan pelajaran penuh pengharapan kepada kita semua. Petrus jelas berjuang, bergumul disertai takut, kadang-kadang ia pun secara total tidak dapat memahami Yesus. Walaupun demikian, Allah mempunyai suatu peranan yang bersifat vital untuk dimainkan oleh Petrus, dan sang rasul sungguh memainkan peranan yang diberikan Allah kepadanya itu sampai pada akhir hayatnya. Pada akhirnya, Petrus memutuskan untuk menerima peranan yang harus dimainkannya, karena dia telah belajar apa artinya memberikan hatinya kepada Yesus, berapa pun biayanya.
Saudara dan Saudariku, jika kita senantiasa memusatkan perhatian kita atas kelemahan-kelemahan kita, maka kita akan luput melihat talenta-talenta indah yang ada dalam diri kita, dan juga martabat yang telah dianugerahkan Bapa surgawi kepada kita sebagai anak-anak-Nya. Dia telah membuat sebagian dari kita menjadi guru-guru yang baik, sebagian lain menjadi pelayan-pelayan sabda-Nya, misionaris-misionaris ke seluruh muka bumi dsb. Kepada sebagian besar dari kita, Allah memberikan rumah tangga sebagai fokus pelayanan kita. Apa pun panggilan kita, Allah yang Mahakuasa ingin menggunakan kita agar dapat turut mewartakan tentang rencana-Nya guna menyelamatkan umat manusia. Memang kita tidak dapat menyangkal bahwa kadang-kadang kita menghadapi kesulitan, satu dan lain hal adalah karena kekurangan-kekurangan kita sendiri. Namun, baiklah kita ingat selalu bahwa Yesus melengkapi apa saja yang kita tidak miliki. Dia akan memperbaiki kekurangan-kekurangan kita. Yang diinginkan Yesus dari diri kita masing-masing adalah sebuah hati yang memiliki kemauan baik, dan Ia pun akan ada bersama kita untuk menolong kita. (Hieronymus Jerus Tarunadjaya)
DOA: ”Segala pujian dan Syukur kami naikkan kepada-Mu ya Tuhan karena rencana-rencana-Mu yang indah bagi diriku. Aku tahu bahwa aku lemah dan tidak dapat berbuat apa-apa tanpa Engkau. Penuhilah hatiku dengan kasih-Mu, dan akupun merasa yakin bahwa selebihnya akan Engkau tambahkan bagiku, Amin.”
JANJI: “Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.” - Mazmur 11:7
PUJIAN: Seperti Yohanes, Kita juga dipanggil untuk menjadi saksi Kristus, dan banyak yang dapat kita lakukan dengan memberi perhatian, kebaikan, kasih dan sukacita dimana Kristus telah menempatkan kita.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)