Renungan Harian - Jumat, 20 Oktober 2017
20 October 2017
Jumat, 20 Oktober 2017
Roma 4:1-8
Mazmur 32:1-2,5,11
Lukas 12:1-7
MENGENAL YESUS TAK MENGENAL RASA TAKUT
“Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut ...” --- Lukas 12:4
KARENA BAPTIS, kita semua menjadi putera-puteri angkat Allah Bapa. Dan Paulus mengingatkan kita apa dampak menjadi anak-anak angkat Allah ini. “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan, yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak-anak Allah” (Rm 8:15). Tentu saja dalam hal ini setan tidak senang. Ia inginkan selamanya kita menjadi budak-budaknya dengan rasa takut akan maut (Ibr 2:15). Dalam perang memusuhi rasa takut ini, kita bisa mengandalkan kemenangan Yesus, dengan menerima rahmat-Nya untuk:
- Takut akan Allah. “Barangsiapa takut akan Tuhan tidak kuatir terhadap apapun, dan tidak menaruh ketakutan sebab Tuhanlah pengharapannya” (Sir 34:14);
- “Takutlah akan Dia, yang ... mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka” (Luk 12:5);
- Milikilah iman kepada Yesus, Yesus yang bersabda kepada Jairus yang anak perempuannya meninggal “Jangan takut, percayalah saja!” (Mrk 5:36), dan
- Cintailah semua orang, termasuk musuh-musuh, sebab “di dalam kasih, tidak ada ketakutan, kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan” (1 Yoh 4:18).
Dan ingat Yesus sendiri menyuruh kita “Jangan takut terhadap mereka yang membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa” (Luk 12:4). “Jangan takut” (Luk 12:7). Tercatat dalam Kitab Suci ada 365 kali Allah menyuruh kita ‘jangan takut.’ Tuhan selalu memberkati kita untuk patuh pada perintah-Nya. Kita selalu mempunyai rahmat untuk bebas dari rasa takut akan orang. Dalam hal ini Yesus bersabda: “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil. Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu” (Luk 12:32).
Dalam Yesus Kristus, kita-kita tak kenal takut.
Doa: Bapa utuslah kepadaku, Roh Keberanian (2 Tim 1:7), untuk menghadapi takut dalam hidupku ini.
Janji: “Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!” --- Mazmur 32:11
Pujian: Santo Paulus dari Salib, yang kita peringati kemarin, 19 Oktober, membaktikan hidupnya untuk sengsara Yesus. Pelayanannya khusus kepada para orang sakit, orang dalam sakratul maut, orang-orang yang murtad dan para pendosa yang sangat membutuhkan rekonsiliasi.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ