Renungan Harian - Jumat, 24 November 2017

24 November 2017

Jumat, 24 November 2017

St. Andreas Dung Lac, ImdkkMrt

1 Makabe 4:36-37,52-59

Mazmur 9:2-4,6,16b,19

Lukas 19:45-48

KEMURNIAN

“Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ.” --- Lukas 19:45

DALAM PERISTIWA itu, apa yang diinginkan Yesus? Ia menghendaki agar Bait Suci disucikan dan dimurnikan (lihat 1 Mak 4:36). Yesus memberi perintah kepada kita semua agar kita hidup murni dan suci, “Sebagaimana Dia sendiri suci” (1 Yoh 3:3). Yesus menyucikan Gereja-Nya, dengan:

  • “memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela” (Ef 5:26-27).
  • “Kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu” (1 Ptr 22).
  • "Pada waktu itu akan terbuka suatu sumber ... untuk membasuh dosa dan kecemaran” (Za 13:1).

Sumber pengudusan untuk kita ialah Baptis kita ke dalam Yesus (Rm 6:3). “Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa” (Kol 2:11). Dan bila kita menghayati Baptis kita, kita dinasehati Santo Petrus: “Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus” (1 Ptr 1:14-16).

Juga bila kita berbuat dosa setelah Baptis kita, kita tetap bisa dikuduskan kembali dengan sesal dan tobat, khususnya dengan menyambut Sakramen Tobat, yakni kerahinan Allah. Maka, “saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah” (2 Kor 7:1).

Doa: Bapa, perkenankan diriku menginginkan hidup suci lebih dari orang yang menderita sakit kanker yang mengharapkan terbebaskan dari benih-benih kanker.

Janji: “Maka meniaraplah segenap rakyat dan sujud menyembah serta melambungkan lagu pujian ke Sorga, kepada Yang memberikan hasil baik kepada mereka” --- 1 Makabe 4:55

Pujian: Paulus Le-Bao-Tinh, salah seorang martir dari Vietnam, menulis bahwa dirinya di tengah penderitaan yang berkepanjangan tetap merasa sukacita, sebab dia merasakan bahwa Kristus berada dalam dirinya.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.