Renungan Harian - Jumat, 26 Januari 2018
26 January 2018
Jumat, 26 Januari 2018
St. Timotius & Titus, Usk
2 Timotius 1:1-8 / Tit 1: 1-3
Mazmur 96:1-3,7-8,10
Lukas 10:1-9
PELINDUNG PENGURUS KEUANGAN
“Damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai engkau.” --- 2 Timotius 1:2
TAK SEDIKIT Umat yang aktif dalam kegiatan Gereja dalam hal pengurusan keuangan Gereja. Di beberapa Paroki di Jakarta selalu kedatangan Umat dari Paroki lain yang berpeduli akan kebutuhan Gereja untuk penggalangan dana. Entah untuk membangun Gereja baru, kapel, renovasi atau Gua Maria. Dalam Ibadat Gereja ada yang bertugas sebagai kolektan mengumpulkan kantong kolekte, menghitung uang kolekte setelah Misa selesai. Ada lagi yang mengurus penyimpanan di bank. Mungkin ada yang ditunjuk menjadi ‘accounting’ atau anggota dewan keuangan paroki. Untuk kegiatan semacam itu Santo Titus sangat pantas dan tepat dijadikan Santo Pelindung bagi umat yang setia dalam tugasnya membantu Gereja dalam hal keuangan.
Mengapa? Karena salah satu pelayanan utama Titus adalah menemani Santo Paulus dalam mencarikan sumbangan guna meringankan penderitaan umat di tempat lain yang menjadi korban bencana. Dalam Kisah Para Rasul dikisahkan ada “seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar” (Kis 11:28). Menanggapi hal itu Paulus bertindak cepat. Dia lalu menjelajah seluruh Asia Kecil (sekarang Turki) dan Yunani meminta dan mengumpulkan sumbangan untuk rakyat di Tanah Suci yang menderita kelaparan. Hal ini sekarang dilakukan juga oleh para Paus saat-saat ini. Dan Titus boleh dikata menjadi ‘koordinator’ pengumpulan dana dan sumbangan. Titus juga pergi ke Yunani dan Maksedonia berbuat yang sama (2 Kor 8:16-21).
Gereja memang membutuhkan pria dan wanita yang dapat dipercaya guna pengumpulan dana, dan juga tentu lebih lagi guna untuk membangun iman. Maka tepatlah kalau kita bersyukur kepada Tuhan adanya Santo Titus, yang melakukan dua-duanya, baik giat dalam pengumpulan dana dan juga dalam menebar dan membangun iman umat.
Titus memang patut dipercaya. Ia sebenarnya lebih tertarik pada kegiatan membangun iman daripada pengumpulan dana (Mat 6:24). Tetapi Titus sadar betul bahwa bekerja dalam hal mengurusi keuangan merupakan bagian penting dalam pelayanan bagi Tuhan. Ia sama sekali lalu mundur dari tanggungjawab. Titus patut menjadi teladan kita. Ia dengan gagah maju bekerja dengan giat, dengan semangat dan iman menyala serta dengan hati penuh perhatian dan kasih (2 Kor 8:16 dst). Tidak seperti Yudas Iskariot, Titus adalah orang yang dapat dipercaya dalam menggunakan uang untuk Kerajaan Allah dan sama sekali tidak untuk kepentingan diri sendiri. Mari kita mengikuti teladan Titus yang bersama Timotius kita peringati hari ini.
Doa: Bapa, kuserahkan kembali uang yang aku terima dari-Mu ke tangan-Mu.
Janji: “Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau” --- 2 Timotius 1:2
Pujian: “Syukur kepada Allah, yang oleh karena kamu mengaruniakan kesungguhan yang demikian juga dalam hati Titus untuk membantu kamu” --- 2 Korintus 8:16
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ