Renungan Harian - Kamis, 11 Januari 2018
11 January 2018
Kamis, 11 Januari 2018
1 Samuel 4:1-11
Mazmur 44:10-11,14-15,24-25
Markus 1:40-45
BELAS KASIH
"Aku mau, jadilah engkau tahir." --- Markus 1:41
INILAH KEUNTUNGAN menjadi anak bungsu. Sewaktu saya masih duduk di SD, saya seringkali dibela oleh kakak laki-laki saya dalam masalah apapun dan di manapun. Inilah yang saya maksud merupakan keuntungan buat saya yang terlahir menjadi anak bungsu dari tujuh bersaudara. Ayah saya sering menghukum kakak saya bukan karena kesalahan yang dia perbuat saja namun seringkali dihukum atas kesalahan yang saya perbuat. Hingga tiba saatnya kami beranjak remaja kakak saya masuk seminari menengah dan tinggal di asrama sedangkan saya melanjutkan ke SMP swasta.
Dan pada saat itulah pergumulan saya dimulai. Banyak masalah yang tidak bisa saya atasi, mulai dari masalah belajar, pertemanan sampai pada masalah disiplin. Terbiasa dilindungi dan ditolong oleh kakak-kakak dan orangtua membuat saya menjadi pribadi yang terlihat kuat di luar namun lemah di dalam. Pernah sekali waktu orangtua saya dipanggil pihak sekolah karena saya kedapatan berkelahi di belakang halaman sekolah, akibatnya saya diskors empat hari di rumah dan nyaris dikeluarkan dari sekolah. Hal ini membuat orangtua dan kakak-kakak saya sedih, dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi selanjutnya orangtua dan kakak-kakak saya semakin memperhatikan dan membantu saya untuk dapat mandiri hingga hari ini.
Dalam bacaan pertama, Kitab Samuel, diceritakan bahwa Allah seakan-akan tidak peduli lagi dengan bangsa Israel, membiarkan mereka dianiaya oleh orang Filistin dan merampas Tabut Allah yang menjadi kekuatan mereka dari kemah Israel, padahal bangsa Israel telah berseru-seru dengan nyaring memohon perlindungan kepada Allah namun Allah terkesan membiarkan Israel kalah. Sementara dalam bacaan Injil, Yesus berbelas kasih kepada orang yang berseru-seru mohon kesembuhan atas penyakit kusta yang dideritanya. Si penderita kusta disembuhkan, namun ini menyebabkan berduyun-duyunlah orang sakit datang kepada Yesus minta disembuhkan. Bila memperbandingkan bacaan pertama dan Injil, sepertinya ada kontradiksi.
Allah adalah sumber Kasih mungkinkah Dia menahan belas kasih-Nya kepada orang yang berseru-seru kepada-Nya? Tentu saja tidak, ada kalanya Allah tidak menolong dengan tujuan mengajarkan kepada kita agar semakin kuat dan tahan uji dan tahan banting. Allah tahu jika sedikit-sedikit memenuhi keinginan kita maka kita akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang lemah, yang manja, seperti pengalaman saya di atas, Tetapi Allah adalah Allah. Ia selalu hadir di setiap peristiwa hidup kita sebab penyertaan-Nya tidak pernah berkesudahan. Allah dengan berbagai cara-Nya yang ajaib, menyatakan Belas Kasih-Nya kepada kita sekarang dan sampai sepanjang segala masa. (Stev)
Doa: Ya Yesus, ajarlah kami untuk selalu sabar dalam penderitaan serta menyadari akan kehadiran-Mu dalam setiap langkah hidup kami.
Janji: “Kuatkanlah hatimu dan berlakukan seperti laki-laki” --- 1 Samuel 4:9
Pujian: Kesetiaan Santo Stefanus menjadi saksi Iman akan Yesus Kristus, menjadikannya martir pertama dalam Gereja Perdana.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ