Renungan Harian - Sabtu, 13 Januari 2018
13 January 2018
Sabtu, 13 Januari 2018
St. Hilarius, UskPujG
1 Samuel 9:1-4,17-19; 10:1a
Mazmur 21:2-7
Markus 2:13-17
KASIH YANG SEMPURNA
“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” --- Markus 2:17b
AWAL SAYA mengajar murid-murid, saya mengalami suatu pengalaman yang begitu manis sekaligus memberikan suatu pelajaran yang berarti bagi saya pribadi. Saat itu saya belum pernah mengajar anak kecil di bawah kelas 4 SD. Tetapi di suatu hari, Tuhan ijinkan saya untuk mendidik anak-anak kecil, di bawah kelas 3 SD. Pada awalnya saya sempat bingung. Sepertinya tak ada satu murid pun yang mengerti akan apa yang saya ajarkan. Saya terbiasa berkomunikasi dengan murid-murid kelas pra-remaja, remaja dan dewasa muda. Rasanya saat itu saya sangat kesal sekaligus kapok menerima murid-murid kecil di kelompok les yang saya bentuk. Hingga di satu hari, Tuhanlah yang memimpin saya, Ia memberikan gagasan yang menuntun saya bagaimana saya harus mengubah cara mengajar sekaligus bagaimana bersikap terhadap anak-anak kecil.
Syukur kepada Allah, karena setelah beberapa minggu belajar dengan cara pendekatan yang baru, saya sangat terharu ketika saya bertanya, ternyata saya dapat merasakan dan melihat tanggapan yang baik dari anak-anak itu. Rasanya takjub, bisa berkomunikasi dan dimengerti oleh anak-anak kecil, berkat penyertaan Tuhan.
Demikian halnya dengan bacaan Injil hari ini. Bukan hanya Lewi pemungut cukai yang dikasihi Kristus, yang diberi kesempatan untuk mengubah diri. Lewi dan para pemungut cukai juga menggambarkan kita semua, manusia yang berdosa, yang diberi kesempatan untuk mengubah diri.
Mengapa Yesus bersedia makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa? Karena kasih-Nya sempurna, tidak ada pembedaan. Dan cara yang dipakai Yesus, sungguh merupakan cara yang sangat efektif. Dia menyetarakan diri-Nya dengan Lewi dan para pendosa. Yesus yang datang kepada Lewi, bukan Lewi yang datang kepada Yesus terlebih dulu. Luar biasa bukan? Yesus datang kepada kita secara pribadi, kita semua diberi kesempatan untuk menerima berkat-Nya : berkat yang ‘mentransformasi kita -- merubah dan selalu memperbarui, kita ke arah yang lebih baik. (Lisa)
Doa: Puji dan syukur kepada-Mu Tuhan, karena Engkau senantiasa menerima kami apa adanya. Berilah kami selalu semangat baru untuk selalu introspeksi diri, bersyukur, berharap dan percaya pada-Mu.
Janji: “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” --- Markus 2:17b
Pujian: Untuk setiap Ibunda di dunia, Ibu adalah hati di dalam keluarga, Ibu memberikan kasih yang tulus dalam melayani keluarganya. Ibu adalah sukacita yang tak ternilai yang kita miliki. Terima kasih Ibu untuk cintamu yang begitu murni dan sempurna.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ