Renungan Harian - Selasa, 14 November 2017
14 November 2017
Selasa, 14 November 2017
St. Yoosef Pignatelli, Im
Kebijaksanaan 2:23--3:9
Mazmur 34:2-3,16-19
Lukas 17:7-10
SEMAKIN BERISI – SEMAKIN MERUNDUK
“Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata : Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.” --- Lukas 17:10
MENDAPAT TUGAS perutusan yang dipercayakan pada kita sesungguhnya hal itu merupakan kasih karunia yang Tuhan berikan. Kita diberiNya kesempatan dan tanggungjawab untuk turut menyelesaikan tugas-Nya dengan baik dalam karya keselamatan. Di balik pelaksanaan tugas perutusan itu, sangat diperlukan sesuatu yang mendasari, yakni Kasih, sebagaimana perintah-Nya. Kasih yang tidak memandang status sosial, pangkat, jabatan, suku dan budaya, seperti yang telah dilakukan Yesus sendiri saat Ia melakukan tugas perutusan dari BapaNya. Dia tetap menunjukkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang tanpa memandang keadaan orang tersebut, baik yang miskin maupun kaya, sakit, kerasukan roh jahat dan lain-lain baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi.
Seringkali terjadi saat posisi jabatan atau kekuasaan semakin tinggi kita menjadi lupa diri; kita menjadi sombong, tinggi hati, dan merasa diri lebih baik dan lebih hebat daripada orang lain. Kasih yang pada diri kita menjadi tererosi oleh karena kesombongan dan kesibukan diri kita mengurus tugas dan pekerjaan kita. Dalam hal ini kita perlu diimbangi dengan firman Tuhan yang selalu mengingatkan kita akan pentingnya menyebarkan kasih kepada sesama dan menjadi saluran berkat serta perpanjangan tangan Tuhan bagi banyak orang dan diingatkan agar selalu rendah hati.
Ada pemeo, ‘padi, kian berisi kian merunduk’! Semakin tinggi ilmu yang kita miliki, sangat diharapkan, seperti padi yang bernas, kita semakin rendah hati dan tidak sombong. Semakin banyak tugas pelayanan yang dipercayakan pada kita, seharusnya semangat kasih kepada sesama yang mendasari kegiatan kita, semakin besar sesuai dengan ajaran Yesus sendiri : mengasihi sesama seperti Tuhan telah mengasihi kita lebih dulu.
“Orang yang telah percaya pada Allah akan memahami kebenaran, dan yang setia dalam kasih akan tinggal padaNya. Sebab kasih setia dan belas kasihan menjadi bagian orang-orang pilihanNya” (Kebijaksanaan 3:9).
Dalam melaksanakan segala sesuatu yang ditugaskan kepada kita, hendaknya kita senantiasa merendahkan diri di hadapan Tuhan. Kita adalah hamba-hamba yang tidak berguna yang hanya melakukan apa yang kita harus lakukan sesuai kehendakNya. Sebab hanya oleh kasih karuniaNya kita diberi kesempatan untuk melayani Tuhan, bukan karena kita lebih baik atau lebih mampu dari orang lain. (Lana)
Doa: Tuhan Yesus, sudilah Engkau melepaskan keakuan dan kesombongan yang ada dalam diri saya agar dalam melakukan tugas pelayanan saya pun mampu mengasihi sesama dengan tulus hati.
Janji: “Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telingaNya kepada teriak mereka minta tolong” ---Mazmur 34:16
Pujian: Bunda Maria, engkaulah teladan kami orang beriman, agar kami memiliki kerendahan hati. Meski engkau diangkat dan dipilih Tuhan menjadi ibunda-Nya namun hidupmu tetap sederhana dan penuh kasih dan siap melayani dan berpeduli.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ