Renungan Harian - Selasa, 16 Januari 2018
16 January 2018
Selasa, 16 Januari 2018
1 Samuel 16:1-13
Mazmur 89:20-22,27-28
Markus 2:23-28
DITEGUHKAN DAN DIMAMPUKAN KEMBALI
“Berapa lama lagi engkau berdukacita karena ...?”“Bagaimana mungkin aku pergi?” --- 1 Samuel 16:1, 2
SALAH SATU CARA “KB” adalah ‘aborsi’. Ada negara-negara yang menjadikannya Undang-undang, ada negara yang menolak, termasuk negeri kita, Indonesia. Kalau Undang-undang diketok palu di DPR, tentu ribuan juta orang tak bersalah akan menjadi korban. Dan kita-kita umumnya lalu menyerah dan putus asa, bila undang-undang ‘aborsi’ itu disetujui. Tetapi ingat sabda Tuhan “Berapa lama lagi engkau berdukacita ...? Pergilah, Aku mengutus engkau” (1 Sam 16:1). Maka, ayo kita terus maju, kita terus jalani hidup ini, sebagai umat Kristus yang telah diurapi, dan mendorong sesama umat untuk terus jalani hidup sebagai yang terurapi, menentang Budaya Maut.
Budaya Maut akan diganti dengan Budaya Kasih atau Budaya Hidup. Masa depan kita masa yang penuh harapan (Yer 29:11). Dengan wafat dan kebangkitan-Nya, Yesus telah “memusnahkan kuasa Iblis, sang penguasa maut” (Ibr 2:14). Yesus telah menang dan jaya, dan sekarang “Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya” (Ibr 10:12-13).
Mari kita mempercepat datangnya kemenangan Yesus itu dan kemenangan itu kita terapkan untuk sebanyak-banyaknya. Dan kita, kita perlu hidup sepenuhnya untuk Dia, dan kita percaya dengan berkat-Nya kita akan menang, kita akan merebut sebanyak-banyak orang untuk diselamatkan (1 Kor 9:19). Dengan doa, tapa dan dengan bantuan-Nya kita rebut jiwa-jiwa dari perjalannya ke Neraka (Yud 22). Masih ada kesempatan.
Para orang terurapi Roh Kudus dan dimampukan-Nya, pergi rebut jiwa-jiwa.
Doa: Bapa, berilah diriku semangat berkobar untuk evangelisasi selamanya.
Janji: “Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabbat” --- Markus 2:28
Pujian: Regina Sudarti memilih hidup sendiri. Seizin Pastor Paroki, meski bekerja di kantor, ia nyatakan hidupnya sepenuhnya bagi Kristus. Berulang kali ia mempersembahkan diri dalam Misa kepada Hati Yesus.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjaja, SJ