Renungan Harian - Selasa, 19 Desember 2017
19 December 2017
Selasa, 19 Desember 2017
Hakim 13:2-7,24-25a
Mazmur 71:3-6,16-17
Lukas 1:5-25
SEJAK DALAM KANDUNGAN ALLAH SAYANG SAYA
“Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang”---Lukas 1:25
SUATU PERNYATAAN yang membesarkan hati dari Pemazmur, bahwa Allah melindungi kita sepanjang hidup kita, sejak hidup mulai di rahim ibu. Ini menunjukkan bahwa Allah-lah yang memulai dahulu membangun relasi kasih dengan kita, jauh sebelum kita bisa menangkap dan memahami. Sejak orok dalam rahim sampai kanak-kanak, secara bebas Allah memberikan kasih-Nya. Demikian orangtua kita khususnya ibu yang melahirkan kita, tidak banyak berpikir memelihara kita.
Kita lahir secara jasmani, tetapi juga lahir secara rohani. Kita dibaptis diangkat dijadikan anak-anak Allah. Inipun anugerah Allah cuma-cuma untuk kita. Itu juga anugerah kasih-Nya. Tak perlu kita berusaha agar mendapatkan status menjadi anak Allah itu. Karena cinta-Nya kita diberi gratis! Lalu? Adalah sudah sewajarnya kalau kita lalu membalas kasih Allah ini. Tetapi harapan kita hanyalah pada Allah untuk mendapatkannya itu, bukan karena jasa dan usaha kita: Inilah yang dinamakan Kabar Gembira atau Injil.
Kalau kita tergoda untuk melupakan karunia Allah itu, bantuan bagi kita dapat kita peroleh lewat renungan kita atas ‘bagaimana Allah mengasihi kita lebih dahului sewaktu kita masih bayi. Kita ada karena kasih Allah.
Doa: Bapa, terima kasih atas kasih-Mu dan atas penyelenggaraan-Mu yang tak ternilai. Ucapan syukur semoga tak pernah lepas dalam hidupku.
Janji: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu sudah dikabulkan dan Elizabet, istrimu akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu, ...” ---Lukas 1:13
Pujian: Ada Persekutuan Doa (PD) dengan nama “Elza”, singkatan dari “Elizabet dan Zakharia.”
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ