Renungan Harian - Senin, 22 Januari 2018
22 January 2018
Senin, 22 Januari 2018
St. Vinsensius, DiakMrt
2 Samuel 5:1-7,10
Mazmur 89:20-22,25-26
Markus 3:22-30
AIR DAN DARAH, MANA YANG LEBIH KENTAL?
“Datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron dan berkata: "Ketahuilah, kami ini darah dagingmu.” --- 2 Samuel 5:1
DAUD MENJADI RAJA bagi umat Israel. Sebab rakyat Israel itu adalah sama-sama darah dan dagingnya. Mereka berpandangan ada selayaknya bahwa mereka memiliki Raja sendiri dari darah dan daging mereka. “Darah” itu lebih kental darpada “Air”.
Tetapi dalam Perjanjian Baru, “Air” lebih kental daripada “Darah”, yakni “Air Baptis” dan “Darah se-saudara”. Dengan kata lain, Yesus meninggalkan keluarga-Nya, meninggalkan Ibu-Nya sendiri dan sanak-saudara-Nya, agar Ia dapat ‘menanamkan hidup-Nya, yakni Darah-Nya dalam diri para murid atau para rasul-Nya. Ia pernah berkata: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku" (Mrk 3:33-35).
Dalam suatu kesempatan yang lain, ada seorang ibu yang berseru : “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau." Apa tanggapan Yesus? "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya" (Luk 11:27-28). Terhadap orang-orang yang berduyun-duyun mau mengikuti Yesus menjadi pengikut-Nya, Ia-pun berkata: “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (Luk 14:26).
Yesus meminta kita agar hubungan Baptis (Iman) menjadi prioritas tertinggi dalam hidup kita. Umpama saja, kita perlu menganggap istri-istri kita bukan sekedar ‘istri’, tetapi juga sebagai saudari-saudari kita sesama dibaptis dalam Yesus. Dan anak-anak kita bukan sekedar anak yang kita lahirkan. Kita orangtua telah dihubungkan atau disatukan dengan anak-anak kita itu lewat Air Baptis dan dalam Darah Yesus. Dan kita sebagai orang beriman akan Yesus kalau melihat orang ‘asing’ bukan lagi sebagai yang ‘asing’ tetapi siapa tahu mereka juga telah dibaptis ke dalam satu Tubuh (1 Kor 12:13). Hubungan kita dengan Kristus bermartabat ‘raja’ jauh lebih penting dari pada hubungan kita secara keluarga. Mari kita hayati Baptis kita, janji-janji Baptis kita. Kita hayati hidup di dalam Komunitas Kristiani. Karena hidup bersama dalam Komunitas itu sangat meneguhkan dan menguatkan hubungan kita satu sama lain.
Doa: Bapa, kami mohon agar panggilan kami ini membantu kami dalam menghayati Baptis kami dan juga sebaliknya. Amin.
Janji: “Makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab TUHAN, Allah semesta alam, menyertainya” --- 1 Samuel 5:10
Pujian: Rikardo anak muda zaman kini. Ia selalu menyangsikan apa saja, termasuk ‘adanya Allah’ dan kegunaan Agama. Setelah ia membaca dan mempelajari “YouCat” -- Katekismus untuk Kaum Muda, segala keraguannya hilang. Ia aktif dalam Gereja. Setelah selesai Studi S1, ia bekerja. Ia putuskan belajar Teologi. Dan kemudian ia ditahbiskan menjadi Imam, untuk melayani Umat.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ