RINDU AKAN ALLAH YANG HIDUP
26 November 2021
Jumat, 26 November 2021
St. Yohanes Berchmans
Daniel 7:2-14
MT Dan 3:75-81
Lukas 21:29-33
“Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dalam awan-awan dari langit seorang anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu dan ia dibawa ke hadapan-Nya” --- Daniel 7:13
PERNAHKAH ANDA berjumpa dengan seseorang yang anda anggap suci, saleh, sabar , santun dan menampakkan sinar kasih Allah ? Bila pernah, tentu anda akan ingat selalu dan tak akan lupa selama hidup. Beruntunglah anda kalau sampai anda sempat berjabat tangan dengannya.
Ingat waktu Paus Paulus VI ke tanah air kita, 3-4 Desember, 1970, atau Paus Yohanes Paulus II, 9-12 Oktober, 1989, ada beberapa orang yang berhasil berjabat tangan dan berfoto bersama Paus tersebut . Foto dipasang di kamar tamu, agar setiap orang yang melihatnya, akan menganggap anda termasuk orang yang paling bahagia. Anda sangat bahagia seakan-akan anda ‘berjumpa dan melihat Yesus sendiri’.
Dalam hati kita ada kerinduan untuk berjumpa dengan “Yang Lanjut Usianya” sebagaimana Daniel katakan berjumpa dalam penglihatannya. Mungkin kita lalu seperti Raja Daud berseru, “ seperti rusa merindukan air, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah” (Mzm 42:2). Kita sadar sekali hanya ada satu hal yang bisa memuaskan sepenuhnya kerinduan hati kita: Mengenal Allah secara pribadi dan akrab itu sebenarnya ‘melihat Dia’ !
Mengenal bahwa Allah itu kasih, kita tahu bahwa tak mungkin Allah menempatkan kerinduan berjumpa dengan-Nya, dalam hati kita, tak mungkin tanpa bermaksud agar terpenuhinya hasrat rindu itu. Memang benar apa yang dikatakan Paulus, “Sekarang kita melihat dalam cermin sesuatu gambaran yang samar-samar (Dia), tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka” (1 Kor 13:12). Yohanespun menegaskan bahwa “kita akan melihat Dia dalam keadaan yang sebenarnya “ (1 Yoh 3:2).
Dalam doa kita hari ini, marilah kita merasakan dalam angan-angan kita sukacita besar berada di hadirat Allah, menyembah-Nya untuk selama-lamanya. Tujuan hidup kita seutuhnya itu tiada lain ialah hidup kekal, yakni mengenal Bapa “satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang tekah (Dia) utus” (Yoh 17: 3). Itulah kebahagiaan sempurna selama-lamanya! (S.Widjojo)
DOA: Bapa, terima kasih kuucapkan telah mengutus Yesus Kristus , Putera-Mu, kepada kami.
JANJI: “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” Lukas 21:33
PUJIAN: Kerinduan masuk surga juga diungkapkan dalam ‘Doa Fatima’ yang dianjurkan dibaca dalam Doa Rosario, sesudah setiap 10 Salam Maria, apapun “Peristiwa” yang dipakai sebagai Temanya: “Ya Yesus, ampunilah dosa kami, Selamatkanlah kami dari api neraka, dan hantarlah jiwa ke surga, terlebih jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu”.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ