ROH KUDUS AKAN DIUTUS
11 May 2021
Selasa, 11 Mei 2021
Kisah Para Rasul 16:22-34
Mazmur 138:1-2a, 2bc-3, 7c-8
Yohanes 16:5-11
“...jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.” Yohanes 16:7-8
DALAM AMANAT perpisahan dengan muridmurid-Nya, Yesus sampaikan bahwa Ia harus pergi kepada Bapa supaya bisa mengutus sang Penghibur yaitu Roh Kudus. Kalau Ia datang, Ia akan menginsyafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.
Apa makna dari Amanat Yesus itu? Mari kita renungkan!
1. Roh Kudus Akan Diutus. Yesus meneguhkan para murid-Nya dengan mengutus Roh Kudus, yang akan menghibur, menguatkan, dan menyemangati mereka dalam mewartakan Injil, bertahan dalam penganiayaan. Dalam bacaan pertama, dikisahkan Paulus dan Silas yang dianiaya dan dipenjarakan karena pewartaan injil, tetapi mereka tetap berdoa dan memuji Tuhan. Roh Kudus melepaskan mereka dari segala belenggu, bahkan diberikan kesempatan mewartakan Injil kepada kepala penjara dan keluarganya, yang lalu percaya dan memberi diri dibaptis (Kisah 16:32-34).
2. Roh Kudus Akan Menginsyafkan Dunia. Tugas utama-Nya yang berhubungan dengan pemberitaan Injil ialah menginsafkan ‘dunia’, akan adanya ‘dosa’, kebenaran dan adanya ‘penghakiman’.
- Dosa: Roh Kudus akan menyatakan dosa dan ketidakpercayaan mereka, supaya terbangkitkan kesadaran akan kesalahan dan perlunya pengampunan dosa, dan kesadaran akan akibatnya bila orang berbuat dosa terus. Setelah orang insaf akan dosa, disadarkan akan perlunya adanya buah pertobatan, berbalik kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat (Kisah 2:37-38).
- Kebenaran: Roh Kudus menginsafkan orang bahwa Yesus adalah Utusan dan Anak Allah yang benar, yang telah sengsara dan wafat serta bangkit dari antara orang mati, dimuliakan oleh Allah dan menjadi Tuhan atas segala sesuatu. Yesus adalah satu-satunya, “Jalan, Kebenaran dan Hidup” (Yoh 14:6)
- Penghakiman: Roh Kudus juga menginsafkan orang bahwa akan tiba saat penghakiman-Nya (Why 14:7), dan Yesuslah “yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang yang hidup dan yang mati” (Kis 10:42). Dan ‘penghakiman akhir itu’ itu tertera dalam ‘Kotbah tentang ‘Akhir Zaman’ (Mat bab 24 dan 25, khususnya, 25:31-46. (HS)
DOA: “Yesus, jadikan kami saksi perwartaanMu dalam kata dan perbuatan dengan kuasa Roh Kudus-Mu.”
JANJI: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Kisah Para Rasul 16:31.
PUJIAN: St. Ignatius Peis (1701-1781) dari Lakoni, seorang Bruder Capusin yang dikenal sederhana, selalu berbagi kepada orang miskin. Ia menjadi rasul dan pewarta Injil Kristus dengan teladan hidupnya, doadoa dan laku tapanya.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ