SAAT AKU LEMAH, AKU KUAT KARENA TUHAN

07 April 2021

Rabu, 7 April 2021

Kisah Para Rasul 3:1-10

Mazmur 105:1-4, 6-9

Lukas 24:13-35

 

Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci  kepada kita?" ---  Lukas 24:32

 

DALAM MASA pandemi sekarang ini, mungkin banyak orang yang terguncang kehidupannya bahkan mengalami krisis iman karena dampak dari perubahan yang mendadak dan tidak ada persiapan sama sekali. Mungkin mengalami kehilangan pekerjaan, peluang usaha, kebangkrutan, mengalami kesendirian karena isolasi, disingkirkan, atau bahkan kehilangan keluarga tercinta. Rasanya pupus sudah karena kehilangan sesuatu atau seseorang yang kita andalkan dalam kehidupan kita secara tiba-tiba.

Bacaan Injil hari ini sungguh sangat relevan dengan kondisi sekarang ini. Kedua orang murid Yesus mengalami krisis iman karena telah kehilangan Mesias, yang mereka kagumi dan cintai. Mereka kecewa, kehilangan harapan, ragu-ragu dan memutuskan untuk pulang kampung ke Emaus, kembali pada kehidupan lama mereka. Tetapi untuk apa tetap tinggal di kota Yerusalem yang akhirnya hanya tinggalkan kenangan pahit!

Belajar dari perikop perjalanan Emaus ini, janganlah merasa pergumulan hidup kita menjadi dilebih-lebihkan, sehingga menutupi kehadiran Yesus yang selalu ada untuk kita karena kemasgulan dan kesedihan hilangnya harapan masa depan. Ketika kedua murid ingin menjauh dari Yerusalem, Tuhan Yesus hadir, untuk menyelamatkan mereka, supaya tidak terpuruk lebih jauh. Dengan sabda dan ekaristi, Yesus mengembalikan iman kedua murid. Lewat sabda dan Ekaristi, mereka mengenali kembali kehadiran Junjungan mereka.

Maka apapun beban hidup kita, janganlah meninggalkan Yerusalem yang baru bagi kita, tempat kita bertemu Tuhan Yesus. Bertahanlah melalui doa, belajar akan Sabda-Nya, tetap dalam persekutuan “memecahkan roti bersama” dan melakukan kesaksian hidup, sama seperti kedua orang murid Yesus. Kita  berkata, “Aku telah menemukan Dia” kepada sesama,  kita sebagai kesaksian hidup, bahwa memang benar dan nyata,: Ia telah bangkit. Ia tetap hidup.  Tuhan senantiasa menyertai kita sampai kepada akhir zaman.  (TDU)

 

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih atas kehadiran-Mu bersama kami. Engkaulah penopang kami di saat kami lemah dan jatuh. Jadikan kami alat bagi kemuliaan nama-Mu. Amin.

JANJI: “Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!”--- Kisah Para Rasul 3:6.

PUJIAN:  Umat di Paroki kami  tetap percaya dalam pengharapan di saat sedang mengalami pergumulan hidup sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Gereja – Umat di Paroki- tidak tinggal diam. Di tiap Lingkungan telah ada Satgas Lingkungan dan Satgas Covid yang terus memantau  dan memperhatian umat yang kena dampak dari Covid-19.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.