SABDA ‘CELAKALAH’
21 August 2021
Sabtu, 21 Agustus 2021
St. Pius X
Rut 2:1-3, 8-11; 4:13-17
Mazmur 128:1-5
Matius 23:1-12
“Turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatanperbuatan mereka ...Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang,” Matius 23:3, 5
PERNAHKAH KITA memperhatikan dalam Injil Matius, selain ada Sabda ‘Bahagia’ (Mat 5: 2-12) ada juga Sabda ‘Celakalah!’ (Mat 23: 13- 29). Yang pertama lebih mengarah ke yang positif – sebagai perintah- dan yang kedua lebih kepada yang negatif – ‘larangan’! Mengapa? Karena dibaliknya ada ‘motivasi’ – suatu dorongan hati untuk melakukannya. Apakah perilaku kita didorong oleh ‘kasih sejati’ atau oleh ‘supaya dilihat orang?’
Apa itu sifat ‘kepribadian? Atau apa itu ‘karakter’? Kita bisa mempelajarinya dari Psikologi. Tetapi dari Injil hari inipun kita bisa mengenal ‘karakter’ seseorang. Kata orang ‘karakter itu adalah bila kita memilih melakukan sesuatu bila tak ada orang melihatnya.
Dalam kaitan dengan perilaku pamer kesalehan dari beberapa orang Farisi, Yesus memberi peringatan kepada kita para murid-Nya. Dan apa yang dikatakan Yesus adalah hal yang mendasar dalam iman kita. Apa yang kita pilih untuk kita lakukan, bila tidak ada orang yang melihat kita – bila tak ada tekanan dari luar ataupun harapan – ini mengungkapkan apa yang ada dalam hati dan pikiran kita. Orang-orang Farisi itu adalah kelompok orang yang baik dalam hal patuh pada praktek kebiasaan saleh. Tetapi sayangnya motivasi mereka tidak selalu murni: “Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang;… mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dandi temp; at terdepan di rumah ibadat; mereka suka pernghormatan di pasar…” (ayat 6-7).
Kita harus jujur, sifat-sifat Farisi itu juga ada 78 SATU PERJAMUAN dalam diri kita. Kita juga kadang tergoda untuk diterima dan dipuji orang lain. Oleh karena itu Yesus memperingatkan kita dalam hal ini. Mari kita berusaha merendahkan diri menjadi hamba bagi semua orang (ayat 11-12). Semoga selanjutnya perlilaku kita itu mengalir dari cinta yang dari dalam membentuk diri kita ke dalam proses pertobatan sepanjang hidup. (SW)
DOA: “Ya Tuhan Allahku, rubah dan bentuk diriku agar dapat memantulkan ‘gambaran-Mu’.”
JANJI: “Berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.” Mazmur 198:1
PUJIAN: Di bagian belakang buku Kitab Suci, ada “Kamus Alkitab”. Tentang orang Farisi dikatakan. mereka adalah kelompok rabi dan ahli Taurat yang berpegang pada Taurat Musa dan pada ‘adat istidat nenek moyang’. Seluruh hukum dan peraturan mereka taati secara mutlak.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ