SABDA YESUS PENUH KUASA
18 September 2023
Senin, 18 September 2023
1 Timotius 2:1-8
Mazmur 28:2.7.8-9
Lukas 7:1-10
“…. Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!” --- Lukas 7:9
KATA YANG TERUCAP bermula dari isi hati. Perkataan buruk berasal dari hati yang kotor dan jahat. Yang terucapkan sering kali berdampak negatif. Menimbulkan kemarahan, sakit hati, perselisihan, ataupun kebencian berkepanjangan. Sedangkan perkataan baik pasti berasal dari hati yang bersih. Berisi pujian, rayuan, harapan, dan ungkapan kasih. Hasilnya berpengaruh positif bagi yang mengucapkan maupun yang mendengarnya. Hati yang bersih akan selalu memancarkan sikap dan perilaku yang suci. Kita juga sering mendengar ungkapan bahwa ucapan adalah doa. Sebagai harapan apa yang terucap adalah hal yang baik, dan menjadi doa yang dikabulkan Tuhan.
Hati yang bersih dapat kita lihat dalam diri perwira di Kapernaum. Kita dapat meneladani perilaku perwira itu. Sebagai seorang perwira, ia sangat peduli kepada hambanya yang sedang sakit keras dan hampir mati. Ia telah mendengar tentang Yesus. Ia ingin Yesus menyembuhkan hambanya. Sebagai tanda kehormatan, ia menugaskan orang-orang pilihannya, yaitu orang tua-tua Yahudi pergi kepada Yesus. Dan ketika Yesus berkenan datang ke rumahnya, ia menyuruh sahabat-sahabatnya untuk memohon Yesus tidak memasuki rumahnya.
Sebagai seorang perwira tentu ia sangat dihormati orang-orang di sekitarnya. Tetapi perwira itu merasa tidak layak menerima dan bertemu langsung dengan Yesus. Padahal orang-orang Yahudi mengakui perwira itu layak ditolong, karena perbuatannya yang baik. Ia mengasihi bangsa Yahudi dan menanggung pembangunan rumah ibadat.(Luk 7:4-5). Selain menghormati Yesus, perwira itu juga menilai tinggi terhadap karya dan kuasa Yesus. Maka baginya asal Yesus berkenan bersabda dengan sepatah kata saja, ia percaya hambanya akan sembuh dan terbebas dari kematian. Sikap kepercayaan perwira itu mengherankan Yesus. Ia tidak melihat ada orang mempunyai iman yang begitu besar, termasuk pada orang Yahudi. Benar, bahwa sabda Yesus sungguh penuh kuasa. Kisah di atas menjadi bukti bahwa kuasa Yesus melebihi ruang dan waktu. Dengan beriman menjadi bukti bahwa kita telah menanggapi kasih-Nya. Hidup menurut sabda-Nya akan menuntun ke jalan keselamatan bersama-Nya. (TRI).
DOA: ”Ya Yesus, kami sungguh bersyukur karena Engkau selalu menumbuhkan iman kami, dan selalu hadir menyertai dalam hidup kami sehari-hari, Amin.”
JANJI" “TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.” - Mazmur 28:7
PUJIAN: Ruth sangat sedih karena ibunya meninggal seminggu sebelum ia menerima komuni pertama. Saat tiba menerima hosti dan anggur suci, kesedihannya berubah menjadi suka cita. Meski tak dapat melihat ibunya, dengan imannya ia percaya bahwa ibunya telah bahagia bersama Yesus di surga.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)