SALAM MARIA
25 March 2022
Jumat, 25 Maret 2022
HR Kabar Sukacita
Yesaya 7: 10-14; 8: 10
Mazmur 40: 1 7 – 11
Ibrani 10: 4-10
Lukas 1: 26 - 38
“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu !”
Lukas 1: 38
PESTA KABAR SUKACITA, selalu kita rayakan tiap tanggal 25 Maret, sembilan bulan sebelum Natal. Menurut sejarah, pesta ini sudah sejak akhir abad VII diperingati. Peristiwa Pesta “Kabar Sukacita” mengawali Sejarah keselamatan dan karya penebusan Allah dalam Diri Yesus Kristus yang diutus-Nya.
Dalam peristiwa ini dikisahkan malaikat Gabriel yang diutus oleh Allah membawa pesan gembira bahwa Maria dipilih Allah untuk menjadi Ibu untuk mengandung Yesus atas naungan kuasa Roh Kudus dan melahirkan Yesus sang Penebus. Dan Maria menyatakan jawaban kesanggupan Maria kepada Allah lewat malaikat Gabriel.
Karena itulah kita yang menikmati buah kesanggupan Maria kepada Allah, kita tidak hanya bersyukur kepada Allah yang mahakasih itu tetapi juga menaruh rasa hormat bercampur syukur kepada Maria. Dan dari sinilah lalu ada pesta dan perayaan yang berhubungan dengan Maria, Bunda Yesus, adanya devosi dan doa-doa kepada Bunda Maria.
Tercatat ada tiga belas pesta Santa Perawan Maria yang resmi dalam Liturgi Gereja:
01 Januari – Pesta Maria , Bunda Yesus Kristus (Allah);
11 Februari – Pesta Bunda Maria dari Lourdes, hari orang sakit sedunia;
25 Maret, Pesta Maria menerima Kabar Sukacita;
31 Mei, Maria mengunjungi Elizabet;
16 Juli, Maria dari gunung Karmel;
15 Agustus, Maria diangkat ke surga;
22 Agustus, Maria – Ratu (Santa Perawan Maria
Ratu);
08 September, Pesta Kelahiran Maria;
12 September, Pesta Nama Maria;
15 September, SP Maria Berdukacita;
07 Oktober, Maria, Ratu Rosario;
21 November, Maria dipersembahkan kepada
Allah;
08 Desember, Maria dikandung tanpa dosa asal.
Dan masih ada lagu yang berupa doa-doa khusus yang berkaitan dengan Maria yang masuk dalam Kelompok Doa Dasar : Salam Maria, Malaikat Tuhan dan Ratu Surga. Ada Doa-doa Devosi, seperti Doa Litani Bunda Maria, Doa Rosario. Karena orang yang paling dekat dengan Yesus itu Bunda-Nya , yakni Maria, maka Maria menjadi bahan dan obyek seni bagi kita umat katolik khususnya. Ini kita ungkapkan dalam bentuk lagu dan nyanyian, dalam bentuk gambar dan lukisan dari peristiwa-peristiwa yang menyangkut hidup Bunda Maria. Dan yang terakhir kita ungkapkan dalam bentuk patung. Dan patung Maria yang paling muda sewaktu remaja , terdapat di Gereja di Kana, Israel. Nampak Maria masih seperti gadis limabelasan tahun.
Dan yang terakhir, dari peristiwa Maria Menerima Kabar Sukacita, kita mengenangnya juga dalam bentuk gua-gua Maria di mana-mana, di lingkup gereja atau di luar gereja, sebagai tempat untuk berdoa.
Apa yang dapat kita petik dari peringatan pesta ini?
- Kita bisa meneladan Maria dalam komitment kita mencari kehendak Allah dan melakukannya di bawah bantuan Roh Kudus;
- Kita bisa meneladan Maria dalam kesetiaan akan komitment kita dalam panggilan dan profesi kita sampai akhir hayat, sebagaimana Maria sendiri lakukan sampai di bawah kaki Salib Yesus;
- Kita meneladannya dengan bersikap empati dan bela rasa dan bertindak sebagaimna dia lakukan dalam peristiwa perkawinan di Kana;
- Jelang Pentakosta dan sesudahnya, para rasul, para murid dan umat Gereja Perdana, semua murid Kristus, tetap bersatu di bawah naungan Maria, Bunda Gereja, Bunda kita semua.(S.Widjojo).
DOA : “Ya Yesus, berkat ucapan kesanggpan Maria menjadi Bunda-da-Mu, bantulah kami agar bisa meneladan Bunda-Mu dan kesetiaan mecari kehendak Allah, Bapa-Mu dan sikap syukur kepada Allah Bapa, Amin.
JANJI : “Karena kehendak-Nya inilah kita dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus” – Ibrani 10:10
PUJIAN: Sewaktu berziarah ke Tanah Suci, tahun 2019, kita mengunjungi situs-situs suci di mana Yesus telah melakukan sesuatu seperti dikisahkan dalam Injil. Sewaktu kita mengunjungi Gereja Perkawinan di Kanna dan di tembok samping ada gambar dan patung. Salah satu adalah Patung Maria yang berwajah remaja. Pembimbing ziarah dari Israel menjelaskan bahwa patung Maria itu adalah patung yang berwajah paling muda di dunia, menunjukkan seorang gadis remaja lima belasan tahun.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ