SANG PEMBEBAS
13 January 2021
Rabu, 13 Januari 2021
Ibrani 2:14-18
Mazmur 105:1-2, 3-4, 6-7, 8-9
Markus 1:29-39
“… dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.” --- Ibrani 2:15
SEBELUM MENGALAMI penjumpaan pribadi dengan Tuhan, kita semua begitu takut dengan yang namanya kematian. Kematian atau maut menjadi momok yang sangat menakutkan. Dalam Prefasi Misa Arwah tepat dikatakan, ‘kami yang sering takut akan maut yang tak terelakkan’. Ini menjadi senjata yang handal bagi iblis untuk selalu mengganggu atau mengintimidasi supaya sepanjang umur, kita hidup dalam perhambaan karena takut pada maut.
Kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada Allah yang begitu besar Kasih-Nya dengan menganugerahkan dan mengutus Putra-Nya yang tunggal untuk mendamaikan dosa kita dan menjanjikan hidup abadi kepada kita. Juga sebab Yesus memusnahkan iblis yang berkuasa atas maut dengan kematian-Nya di kayu salib.. Dia menjadi Sang Pembebas bagi setiap kita. Untuk itulah “supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. “ (Ibr 2:15).
Kita yang telah menjadi anak-anak Allah yang merdeka, tidak hidup lagi dalam perhambaan takut akan maut. Karena bagi kita hidup adalah Kristus dan mati adalah suatu keuntungan (Flp 1:21).
Mari kita menjadi saksi-saksi Kristus yang siap turut ambil bagian dalam karya penyelamatan dan pembebasan bagi jiwa-jiwa yang masih tertawan dan hidup dalam perhambaan iblis dan dosa. (NL)
DOA: Ya Bapa, Engkau telah menjadikan kami orang-orang yang merdeka. Pakailah kami untuk karya penyelamatan dan pembebasan bagi jiwa-jiwa yang masih tertawan. Amin.
JANJI: Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa!” ---- Mazmur 105:1
PUJIAN: Santo Hilarius, yang Gereja peringati hari ini, semenjak kecil dididik dengan tata cara kekafiran, menjadi orang yang tertawan jiwa dan rohaninya, yang tentunya tidak mengenal Kristus. Pada usia setengah baya, ia bertobat dan masuk ke pangkuan Gereja Kudus. Beliau berjuang bagi tegaknya ajaran iman yang benar dan kemurnian iman Kristen, sampai ia wafat. Beliau dihormati Gereja sebagai Pujangga Gereja.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ