SANG PENGHUBUNG
24 June 2020
Rabu, 24 Juni 2020
HR Kelahiran St. Yohanes Pembaptis
Yesaya 49:1 - 6
Mazmur 139:1-3, 13-15
Kisah pr Rasul 13:22-26
Lukas 1:57-66, 80
“Menjelang kedatangan-Nya, Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat,…” ---- Kisah Para Rasul 13:24
HARI INI kita merayakan dan menghormati Yohanes Pembaptis, yang menjadi “nabi penghubung” dari rencana keselamatan Allah. Kelahirannya menandai kedua peristiwa bersejarah, yakni puncak Zaman Perjanjian Lama dan Awal Perjanjian Baru, serta zaman permulaan Gereja. Seakan-akan dengan kedatangan Yohanes Pembaptis ini seluruh sejarah umat manusia sampai ke suatu titik balik dari ‘janji’ ke ‘pemenuhan’.
Dalam pelbagai macam cara Allah telah bersabda dalam Perjanjian Lama. Allah telah memberi kita Hukum dan para nabi. Allah memberi macam-macam ‘tanda’ seperti belukar yang menyala dan api yang melalap habis korban nabi Elia. Dia bersabda lewat para malaikat dalam ‘penglihatan’. Sabda-sabda-Nya penuh kuasa dan menghasilkan buah berlimpah. Berabad-abad Allah bersabda agar suara-Nya didengar secara mengagumkan dan tak-terduga. Yohanes adalah suara Allah – suara yang berseru di padang gurun, “Luruskan jalan bagi Tuhan” (Yoh 1:23).
Sebagai ‘engsel’ penghubung “Lama” dan “Baru”, Yohanes merupakan suara Allah terakhir yang perlu didengar sebelum Yesus tampil di muka umum. Masa persiapan telah berakhir. Dan akhirnya, datanglah saat pemenuhan!
Santu Agustinus pernah berucap, sewaktu Yohanes itu lahir dari ‘seorang perempuan lanjut usia dan mandul,’ sedang Yesus lahir dari ‘seorang gadis muda belia’. Lahirnya Yohanes dari ibu Elizabet, wanita lanjut usia, ini menunjukkan betapa dalam Allah menghormati semua ‘pahlawan’ baik pria maupun wanita, dalam Perjanjian Lama.
Sebagaimana Perjanjian Baru memenuhi apa yang ada dalam Perjanjian Lama, kesaksian dari Yohanes Pembaptis ingin mengatakan kepada kita bahwa Allah ingin membawa segala aspek kehidupan kita ke kepenuhannya di dalam Kristus. Kita diberi (memiliki) macam- macam karunia dan talenta. Allah Bapa ingin sekali memberi secara penuh dengan rahmat-Nya dan dengan berkat Ilahi-Nya kepada bakat dan talenta kita semua itu. Bapa ingin mengambil apa saja yang baik dan terpuji yang ada dalam diri kita dan ingin agar kita menggunakan itu semua nya demi kemuliaan-Nya dan Kerajaan-Nya.
DOA: Bapa, terima kasih atas kelahiran Yohanes, sebagai penghubung yang Lama dan Baru. Tuntunlah aku untuk selalu menemukan-Mu sewaktu menuntunku ke dalam hidup yang baru.
JANJI: “Tuhan telah memanggil aku sejak aku dalam kan-dungan, telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku” ---Yesaya 49:1
PUJIAN: Mas Pemut, aktivis Paroki, berlindung nama Yohanes Pembaptis. Ia merasa sangat bangga, sebab Santu pelindungnya dirayakan dua kali dalam setahun: sewaktu kelahirannya (24 Juni) dan wafatnya (29 Agustus).
Penanggung jawab : Rm. Subroto Widjojo, SJ