SANG PENULIS INJIL
25 April 2018
Rabu, 25 April 2018
St. Markus, Pen Injil
1 Petrus 5:5b-14
Mazmur 89:2-3,6-7,16-17
Markus 16:15-20
“Pergilah ke seluruh dunia, dan wartakanlah Injil!” --- Markus 16: 15
PERINTAH ITU disampaikan Yesus sendiri dalam kebesaran kemuliaan-Nya setelah Kebangkitan-Nya. Karena itu, sejak itu mereka menjelajah tempat-tempat mana saja untuk mewartakan Kabar Gembira. Dan estafet untuk pewartaan itu sampai kita. Maka saat ini dan di sinilah, kita yang diutus meneruskan karya para rasul dan murid perdana-Nya.
Tak perlu kita menjadi penulis Injil atau pengkotbah ulung. Masing-masing dari kita dengan cara kita masing-masing, meski kecil atau sedikit, kita dapat mewartakan Injil. Pendengarnya banyak atau sedikit, tidaklah masalah. Kebaikan hati lewat apa yang kita ucapkan atau lakukan selalu mengandung sentuhan kehadiran Tuhan. Tiap kata yang membesarkan hati dapat membawa hangatnya Roh Kudus. Setiap keputusan mengampuni, meski atas kesalahan kecil, itu mengembuskan angin belas kasih kepada orang-orang di sekitarnya. Kata dan pebuatan kita dibutuhkan Tuhan sebagai kesaksian untuk orang-orang yang menerima-Nya.
Penulis Injil Markus yang kita rayakan hari ini, tiada lain ya Yohanes Markus, yang dalam perjalanan misioner bersama Paulus dan Barnabas, pernah meninggalkannya dan pulang ke rumah (Kis 15: 36-38). Dia bukan pengecut. Kalau kita telursuri jalan hidup selanjutnya, ia pergi ke Roma menjadi murid Petrus. Karena mengenal Yesus, hidup dan karya-Nya, berkat kotbah dan kesaksian Petrus serta bimbingan-nya, Markuslah yang pertama menulis Injil yang kita miliki sekarang. Orang tak tahu betapa pentingnya dokumen tertulis dari Markus itu ! Kalau kita renungkan ternyata apa yang ditulis oleh Markus sebagai Injil pertama dampaknya jauh lebih mendalam dan luas dari pada bila Markus ikut petualangan dalam tugas misionernya.
Jangan merasa kecil hati dan tak merasa pantas dalam penginjilan, juga bila kita seperti Markus pernah mengundurkan diri. Cukup balik kembali dalam perutusan. Dan tekun serta setialah.Kita bisa tampil beda.
Doa: Tolonglah aku ya Yesus guna dapat melakukan hal-hal yang kecil atas nama cinta pada-Mu dan dalam Nama-Mu ! Semua demi Kemuliaan-Mu!
Janji: “Serahkanlah segala kekawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia akan memelihara kamu!” --- 1 Petrus 5:7
Pujian: Bu Sapti bersikap bertetangga baik dengan orang-orang di sekitarnya, selalu siap membantu mereka yang membutuhkan pertolongan. Sewaktu meninggal, ia dirawat oleh semua tetangganya, yang semua datang ‘melayatnya’. Karena didandanani dengan baik dan menarik serta dengan rias muka. yang ceria dan nampak cantik. Beberapa tetangga menyatakan keinginannya kalau nanti mati berpakaian seperti bu Sapti.
Penanggung Jawab RH: Rm Subroto Widjojo, SJ