SANTA PERAWAN MARIA
08 September 2022
Kamis, 8 September 2022
Pesta Kelahiran SP Maria
Mikha 5:1-4a
Roma 8:28-30
Mazmur 13:6ab, 6cd
Matius 1:1-16, 18-23
"…,sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Maria akan melahirkan anak laki-laki, dan engkau akan menamai Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." --- Matius 1:20-21
SANTA PERAWAN MARIA, Pesta Kelahirannya dirayakan Gereja pada hari ini. Perayaan ini sesungguhnya menunjukkan betapa Gereja mengasihi dan menghormati Maria sebagai wanita yang punya peran besar di dalam karya keselamatan Allah. Bunda Maria telah ditentukan Allah sejak semula untuk mengandung dan melahirkan Anak-Nya. Untuk itu, Bunda Maria suci sejak lahir dan dikandung tanpa noda asal.
Melalui bacaan Injil pada hari ini, mari coba kita dalami dan renungkan beberapa hal berikut ini. Dikandung Oleh Roh Kudus.
Baik Matius maupun Lukas setuju bahwa Yesus Kristus dikandung oleh Roh Kudus ( Mat 1:18; Luk 1:34-35 ) dan lahir dari seorang perawan tanpa campur tangan seorang ayah manusia. Doktrin kelahiran Yesus dari seorang perawan ini tidak dapat disangkal bahwa nabi Yesaya sudah bernubuat tentang seorang anak yang lahir dari seorang perawan, anak yang akan dinamakan "_Imanuel_", suatu istilah Ibrani yang berarti "Allah menyertai kita" (Yes 7:14). Nubuat ini sudah disampaikan sekitar 700 tahun sebelum Yesus dilahirkan.
Istilah "anak dara" (perawan) dalam Mat 1:23 ini merupakan padanan yang tepat dari istilah Yunani _parthenos_ yang terdapat dalam versi Septuaginta di Yes 7:14. Kata anak dara dalam bahasa Ibrani _almah_ yang dipakai oleh Yesaya menunjuk kepada seorang gadis yang sudah cukup umur untuk menikah dan dalam PL tidak pernah dipakai untuk gadis yang tidak perawan lagi. Dengan demikian, Yesaya dalam PL dan Matius serta Lukas dalam PB sama-sama menyatakan bahwa ibu Yesus adalah seorang perawan.
Kelahiran Yesus Juruselamat.
Kelahiran Yesus dari seorang perawan dilindungi dalam silsilah-Nya. Perhatikan bahwa kata "memperanakkan" dipakai untuk semua nama sampai kepada Yusuf, tetapi setelah itu pernyataan diubah. Tidak dikatakan bahwa Yusuf "memperanakkan Yesus", melainkan bahwa Yusuf adalah "suami Maria, yang melahirkan Yesus" ( Mat 1:23 ).
Yesus adalah padanan Yunani untuk kata Ibrani _Yeshua_ (Yosua) yang artinya "Tuhan menyelamatkan". Nama ini melukiskan tugas putra Maria ini pada masa yang akan datang. Yesus sebagai Juruselamat "akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka". Dosa merupakan musuh terbesar umat manusia karena merusak jiwa dan kehidupan kita. Melalui kematian Yesus yang mendamaikan dan kuasa Roh Kudus yang menguduskan, mereka yang berbalik kepada Yesus akan dibebaskan dari kesalahan dan perbudakan dosa.
Di sini kita melihat, bahwa sekalipun dipenuhi dosa, kita masih tetap mendapat tempat istimewa di dalam hati Sang Pencipta. Yang dituntut dari kita hanyalah kerendahan hati dan kesediaan untuk bertobat dari kesalahan kita. Dalam Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria, tema yang diagungkan ialah bahwa dunia telah lama berada di dalam kegelapan dosa dan dengan kelahiran Maria, muncullah seberkas terang. Maria mengawali kedatangan Kristus dan Kristus itulah Terang Dunia. Mari kita datang kepada Kristus Sang Terang Dunia. (AHS)
DOA: Bapa yang mahabaik, tuntunlah kami datang kepada Yesus Kristus - Juruselamat Dunia yang Engkau utus datang ke dunia melalui Bunda Maria.
JANJI: Ya Tuhan, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku. - Mazmur 13:6
PUJIAN: Setiap tanggal 08 september, Gereja menetapkan sebagai hari ulang tahun kelahiran Santa Perawan Maria. Santa Perawan Maria adalah satu dari tiga tokoh yang kelahirannya dirayakan; Yesus, Yohanes Pembaptis dan Bunda Maria. Peran Bunda Maria dalam Karya Keselamatan Allah dan Teladan ketaatan kepada rencana Allah sangat kita hormati dan patut kita teladani. Jawabannya kepada Malaikat Gabriel yang menyampaikan pesan: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu” adalah suatu contoh kerendahan hati dan ketaatan.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ