SATUNYA PIKIRAN, PERKATAAN DAN PERBUATAN!

13 October 2020

Selasa, 13 Oktober 2020

Galatia 4:31b-5:6

Mazmur 119:41, 43, 44, 45, 47, 48

Lukas 11:37-41


“... Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.”  ---- Lukas 11:39

 

MOTIVASI SESEORANG sangat memengaruhi apa yang ia akan lakukan. Dari apa yang dipikirkan, biasanya akan terucapkan, dan pada akhirnya akan menjadi pilihan dan keputusan, apakah akan dilaksanakan atau tidak. Motivasinya baik lahirlah perbuatan baik. Motivasinya jahat, lahirlan tindakan jahat. “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya” (Mrk 7:15).

Bagaimana “motivasi orang Farisi” dalam menghayati agama? Selama ini kita mengenal mereka sebagai pihak yang sering berseberangan dengan Yesus. Mereka memang sering mendengarkan pengajaran Yesus, tetapi dengan motivasi yang lain. Mereka menjumpai Yesus untuk mendapatkan saat yang tepat guna mencobai dan menjatuhkan Yesus. Seringkali mereka menyerang perkataan dan tindakan Yesus yang dianggap, menurut tafsir mereka,  melanggar Hukum Taurat,  dan adat istiadat nenek moyang mereka.

Maka ketika Yesus diundang makan di tempat seorang Farisi,  mereka melihat Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan, mereka merasa heran (Luk 11:37-38). Mereka mengenal Yesus sebagai orang Yahudi, maka mereka menganggap harus melakukan adat istiadat yang sudah berlaku sejak jaman nenek moyang. Bagi orang Farisi, menaati adat istiadat adalah sebuah cara menunjukkan kesalehan hidup di hadapan Allah.

Yesus menanggapi dengan keras atas keheranan mereka. Yesus mengetahui mereka pandai mengesampingkan perintah Allah, supaya dapat memelihara adat istiadatnya sendiri (Mrk 7:9). Mereka lebih mengutamakan pada ritual fisik untuk melaksanakan adat istiadat, daripada hakikat perintah Allah. Mereka menghakimi orang lain yang tidak melaksanakannya. Di sini kita perlu menjaga lebih dulu kebersihan batin kita dari tindak keserakahan, rampasan dan kejahatan yang mengotori batin kita (Luk 11:39).

Di mata Allah, kita semua perlu menyelaraskan antara tindakan yang nampak dari luar, dengan apa yang kita pikirkan dan rasakan di dalam batin kita. Melaksanakan adat istiadat tetap perlu, tetapi tidak boleh bertentangan dengan hakikat perintah Allah. Tindakan kasih, berujud  dengan berderma, memberikan sedekah dari harta kita, menjadi salah satu cara untuk menjadi bersih di hadapan Allah (Luk 11:41). (TON)

 

DOA: Yesus, jauhkanlah aku dari kemunafikan, pamerkesalahen dan mengahakimi orang lain.

JANJI: “Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya TUHAN, keselamatan daripada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu.”---Mazmur 119:41

PUJIAN: Sebelum masa pandemi Covid-19, waktu bersekolah Nico selalu minta dibekali dua bungkus nasi beserta lauk pauknya. Belakangan baru kami ketahui ternyata Nico  membagikan sebungkus kepada teman sebangkunya yang tidak pernah dibekali orang tuanya.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.