‘SEBELUM’ DAN ‘SESUDAH’ MENERIMA KRISTUS
23 April 2021
Jumat, 23 April 2021
Kisah para Rasul 9:1-20
Mazmur 117:1bc-2
Yohanes 6:52-56
St. Gregorius - martir
“Tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah suatu suara yang berkata kepadanya: ‘Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?’ “--- Kisah para Rasul 9:3b-4
SAYA YAKIN anda telah membaca beberapa kali tentang kisah pertobatan Paulus ini. Kata orang, kisah pertobatannya ini merupakan peristiwa yang paling dramatis dalam Perjanjian Baru. Kisahnya mengajak kita ingat kembali akan sejarah pertobatan kita sendiri.
Mungkin dari anda, ada yang mengalami peristiwa pertobatannya yang juga dramatis dan langsung hidup berubah. Tetapi ada juga yang perlahan, tahap demi tahap.
Entah serta merta maupun perlahan, tanda bukti pertobatan adalah perubahan pola dan gaya hidup. Bila kita mencoba setiap hari hidup untuk dan demi Yesus serta semakin kenceng mencoba memperhatikan dan mencintai sesama, di situlah terjadi pertobatan. Tetapi juga ada umat yang baptis sejak bayi, belum mengalami perjumpaan dengan Yesus. Tetapi kalau mereka ini dijamah oleh Roh Kudus, dia bisa mengalami pertobatan. Tak ada orang bisa berseru, “Yesus itu Tuhan”, tanpa bantuan Roh Kudus (1 Kor 12:3).
Apakah anda ragu-ragu, bertobat atau belum? Coba lakukan ‘latihan’ ini!
- Ambil sehelai kertas putih, tulis kata “Sebelum Kristus” di sebelah kiri dan “Sesudah Pertobatan”, di sebelah kanan!
- Tutup mata sejenak! Dan pikir-pikir hidup macam apa yang anda hayati sebelum menerima Yesus?
- Mulai tulis kata-kata yang menggambarkannya. Upama saja, ‘ketakutan, sombong, hidup tanpa tujuan, mengejar hal-hal duniawi saja, mudah marah, tak sabaran dan tak tenang.’
- Nah sekarang lalu pikir-pikir bagaimana hidup anda saat ini sesudah bertemu Yesus? Mungkin kata-kata yang dapat mewakili-nya, upama, ‘sukacita, diampuni dan mudah mengampuni orang, berbahagia, tenang dan damai, mampu memiliki rasa-percaya kepada pihak lain dan sabar’. Sebenarnya kita masih dapat menambah daftar lebih panjang lagi.
- Tetapi yang paling hakiki dalam pertumbuhan pertobatan itu, hal-hal yang ada di ‘sebelah kiri’ itu berkurang, dan yang di ‘sebelah kanan’ bertambah.
Pidato dan kotbah Paulus dalam Kisah maupun dalam Surat-suratnya banyak merujuk ke awal pertobatannya – sampai ia benar-benar menyerahkan hidupnya total kepada Kristus.
Bagaimana kita sampai bisa menerima dan mengakui bahwa Yesus-lah satu-satunya Juru Selamat atas segala ciptaan?Adakah alasan atau dorongan yang membuat diri kita mau menyerahkan hidup kita kepada-Nya? (SW)
DOA: Terima kasih Yesus, telah membawa diriku beriman pada-Mu.
JANJI: “Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya” --- Yohanes 6:58
PUJIAN: Retret pertama bagi mahasiswa, umumnya diawali menulis sejarah panggilannya masing-masing sampai menerima Yesus. Bahan itu mereka ‘sharing’-kan dalam kelompok, yang mempererat perkenalan dan mau saling menerima.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ