SELALU SETIA PADA PEKERJAAN TUHAN
15 November 2020
Minggu, 15 November 2020
Minggu Biasa XXXIII
Amsal 31:10-13, 19-20, 30-31
Mazmur 128:1-2, 3, 4-5
1 Tesalonika 5:1-6
Matius 25:14-30
“… Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam hal kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam hal yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” ---- Matius 25:21
MENDAPAT PUJIAN karena dinilai berhasil melaksanakan pekerjaan tentu sangat menyenangkan karyawan bersangkutan. Terlebih jika ia juga dianggap baik dan setia oleh tuannya, pasti akan bangga dan lebih PD. Motivasi untuk bekerja akan meningkat. Tugas dan pekerjaan selanjutnya akan dilakukan dengan penuh semangat agar mendapat hasil yang lebih baik. Ia akan menggunakan semua talenta, keahlian dan ketrampilannya. Ia akan berani menghadapi resiko, dan siap mempertanggung- jawabkan pekerjaannya kepada tuannya (Mat 25:20, 22).
Hal yang sebaliknya terjadi pada karyawan yang penakut. Ia akan bersikap pasif, takut menghadapi resiko yang mungkin ditanggungnya. Ia ditimpa keraguan atau bahkan tidak berani bertindak memutuskan suatu perkara yang dihadapinya. Rasa takut, rasa tidak siap, tidak percaya diri, muncul. Biasanya orang seperti ini cenderung apatis, pesimis, dan menyalahkan orang lain ketika mengalami kegagalan, seperti “ hamba yang menerima satu talenta” (Mat 25:24-25). Ia tipe orang yang menyia-nyiakan karunia Tuhan, menganggap dirinya tidak perlu berbuat sesuatu karena hanya akan menerima karunia kecil. Ia tidak menyadari bahwa tuannya hanya memintanya agar ia berbuah sesuai dengan talenta yang dimiliki. Seperti yang terjadi pada dua hamba lain yang sudah berbuah sesuai dengan talenta yang diterimanya. yakni masing-masing lima talenta dan dua talenta.
Kita semua dipanggil untuk mewartakan Kerajaan Sorga. Allah telah memberikan talenta sesuai kemampuan kita. Tugas kita adalah meneladan dua orang hamba yang dengan baik, setia, dan dengan semaksimal dan optimal mungkin berani mengembangkan talenta yang kita terima. Dengan demikian karunia Tuhan tidak diambil dari kita, melainkan sebaliknya akan ditambahkan (Mat 25:29). Dan nanti kita tentu diperbolehkan masuk ke dalam Kerajaan Sorga seperti yang telah dijanjikan Allah melalui perantaraan Putra-Nya, Tuhan Yesus Kristus. (THON)
DOA: Yesus, mampukanlah aku mengembangkan talenta karunia-Mu sehingga selalu setia mewartakan Injil-Mu.
JANJI: “Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berba- hagialah engkau dan baiklah keadaanmu!” --- Mazmur 128:1-2
PUJIAN:John Rote berpenghasilan pas-pasan. Setiap sore hari sepulang berdagang keliling, ia menyediakan tenaga dan waktu untuk membantu menyapu halaman gereja. Hanya itu yang bisa ia persembahkan. Ia melakukan-nya sebagai wujud syukur kepada Tuhan karena dikarunia tubuh yang kuat dan sehat.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ