SELAMAT TINGGAL YESUS?
26 May 2021
Rabu, 26 Mei 2021
St. Filipus Neri
Sirakh 36:1, 4a-5, 10-17
Mazmur 79:8-9, 11, 13
Markus 10:32-45
“Sekali lagi Yesus memanggil ke duabelas murid-Nya dan Ia mulai mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi atas Diri-Nya.” Markus 10:32
JALAN BERSAMA para murid-Nya, Yesus menuju Yerusalem – menuju Jalan Salib. Ia katakan kepada mereka, kalau sampai di kota Yerusalem Diri-Nya akan ditangkap, disiksa dan dihukum mati.
Bisakah kira-kira kita membayangkan apa yang terjadi dan bagaimana keadaan hati para murid-Nya? Markus menulis para murid merasa cemas dan takut. Kalau kita membayangkan diri ikut rombongan mereka, tentu kita juga was-was dan ketakutan. Kita juga bisa membayanglan wajah para rasul, yang was-was itu. Mungkin juga ada para murid merasa berat menghadapi keadaan yang akan terjadi. Mungkin juga ada yang terbersit dalam pikirannya memutuskan untuk mundur, minta diri, mengucapkan ‘selamat tinggal Yesus’ dan balik ke Galilea. Mungkin juga diri kita sendiri seandainya ikut dalam rombongan menuju Yerusalem, kita tak bisa mundur begitu saja, tanpa pamit dulu pada Yesus.
Kalau dalam perjalanan bersama Dia, kita berangan-akan mau mundur, kita bisa membayangkan apa yang akan terjadi: Yesus tentu akan memandang dan menatap mata kita, dan kita akan memandang balik pada mata-Nya. Dia akan berkata kepada kita: “Okey, kalau mau mundur, silahkan mundur”. Ini mengingatkan kita apa peristiwa yang terjadi di Galilea, beberapa dari para murid ‘mengundurkan diri dan tidak mengikuti Dia” , karena mereka menganggap sabda-sabdaNya terlalu keras (Yoh 6:60-66).
Atau sebaliknya, kita akan berkata kepada-Nya, ‘Ya Yesus, bagaimana mungkin kami meninggalkan Engkau’. Ini kita katakan sebab kita ingat kata-kata Petrus yang menjadi alasan mengapa Petrus tetap tinggal dan tidak meninggalkan Yesus. “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi! Perkataanmu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah” (Yoh 6:68-69).
Meski kita bisa mengulang kata-kata Petrus, tetapi tetap kita akan berkata kepada-Nya, “Tetapi Ya Yesus Engkau harus menolong diri kami!” Dan tentu Yesus akan menjawab: “Tentu, Aku mau!” (SW)
DOA: “Sengsara Kristus – kuatkanlah kami”. “Jangan kami dipisahkan dari pada-Mu ya Tuhan.”
JANJI: “Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan Nama-Mu. Lepaskan kami dan ampunilah dosa kami.” Mazmur 79:9
PUJIAN: Seorang bijak pernah mengatakan: ‘Bila ada orang yang tahu akan terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan, dan orang itu membayangkannya kira-kira bagaimana akan terjadi menimpa dirinya, bisa saja orang itu ‘mati’ sebelum peristiwa terjadi menimpanya, atau ia akan ‘survive’ (lolos) karena berani menghadapinya peristiwa itu dengan tabah dan bijak.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ