SENGSARA KRISTUS SELAMATKANLAH KAMI

28 March 2018

Rabu, 28 Maret 2018

Yesaya 50:4-9a

Mazmur 69:8-10,21-22,31,33-34

Matius 26:14-25


“Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku.“ --- Yesaya 50:6

ANAKKU SAKIT PUNGGUNG. Ia mengerang kesakitan. Dua kali aku bawa ke dokter bedah guna meringgankan deritanya dan agar menerima punggung yang normal. Selain itu saya giat dan bertekad terus mendoakannya, agar semakin hari semakin lepas dari derita punggung. Tetapi hari ini kita dikejutkan oleh kata-kata nabi Yesaya yang menubuatkan duka derita Sang Terurapi! “Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku” (Yes 50:6).

Membaca dalam Alkitab bahwa Allah Bapa itu, Yang begitu besar kasih-Nya kepada Putera-Nya, yang tunggal, jauh lebih dari kasih-ku kepada anak-ku. Ia berkenan menyerahkan Putera-Nya untuk bersengsara yang berujung maut guna menyelamatlan umat manusia yang penuh dosa (Yoh 3:16). Tetapi justru manusia-manusia yang dikasihi dan mau diselamatkan itu malahan menolak-Nya dan menyalib-Nya.

Ini hendaknya kita membaca tentang kasih yang begitu besarnya sampai tak terbayangkan oleh kita. Kasih Allah benar-benar jauh di atas kasihku.

Dalam Misa pagi ini kita dengar sabda Sang Putera, “Ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata : "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku." Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata : "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa” (Mat 26:26-28). Aku telah ikut selalu meghadiri Misa harian setahun-dua tahun ini, tetap saja aku belum bisa nenangkap kasih Allah begitu besar pada umat manusia. Apalagi  begitu besar juga kasih-Nya kepadaku dan kepada anda.

Lalu? Apa yang dapat aku lakukan? Kita terus membuka diri menerima kasih-Nya dan menanggapinya dengan mau bertekad menyerahklan diri kita kepada-Nya : hati, budi, jiwa dan kekuatan kita dan hidup kita ini seterusnya (Mzm 116:11-13).

Doa    : Ya Yesus, aku cinta pada-Mu. Kuserahkan hidupku untuk melayani-Mu.

Janji   : “Sesungguhnya Tuhan Allah menolong aku!” --- Yesaya 50:9

Pujian: Warta memasang salib di tembok kamar tidurnya. Ia juga meletakkan salib kecil di mejanya. Memandangi salib di meja, ia tersadarkan bahwa dirinya belum begitu faham akan kasih Allah kepada dirinya. Ia mohon agar kasihnya akan Yesus semakin tumbuh.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.