SENGSARA TUHAN YESUS
02 April 2021
Jumat, 2 April 2021
Jum’at Agung
Puasa - Pantang
Ibadat: Ibadat Sabda-Penghormatan Salib-Komuni
Yesaya 52:13--53:12
Mazmur 31:2, 6, 12-13, 15-17, 25
Ibrani 4:14-16; 5:7-9
Yohanes 18:1--19:42
Berteriaklah mereka: "Salibkan Dia, salibkan Dia!" Kata Pilatus kepada mereka: "Ambil Dia dan salibkan Dia; sebab aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.” ---- Yohanes 19:6
BERAWAL DARI penangkapan Yesus di taman Getsemani, Dia sudah mengetahui apa yang akan menimpa diri-Nya. Namun Yesus tidak lari dari kenyataan. Dia menghadapi dan taat menjalani kehendak Allah. Dimulai dari pengkhianatan murid-Nya, tuduhan-tuduhan yang tidak benar, penyangkalan Petrus, ditampar, disesah, diludahi, memikul salib berat hingga disalibkan.
Dalam bentuk yang berbeda, kisah sengsara Yesus dapat juga dialami orang-orang zaman sekarang. Misalnya buruh yang ditindas majikan, istri ditindas suami atau bahkan suami direndahkan istri, anak-anak ditekan orangtua, menderita bertahun-tahun, orang dihina, dilecehkan dan kisah hidup lainnya.
Saat kita mengalami penderitaan hidup, kesulitan ekonomi, penindasan, mungkin kita bertanya-tanya: “Tuhan, di manakah Engkau? Mengapa Engkau meninggalkan aku?” Persis itulah yang dikatakan Yesus ketika tergantung di kayu salib, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”. Lalu Yesus berkata: “Ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku”. Yesus Kristus telah membuka hati kita, bahwa dalam penderitaan dan kesengsaraan, masih ada harapan. Ketika kita mengalami sengsara, harapan seakan hilang, iman mulai pudar, cinta mulai layu; kita harus ingat teladan Yesus, dan berkata: “Ya Yesus, kuserahkan diri hamba ke dalam tangan-Mu”. Kita dapat memberi arti bagi penderitaan kita.
Renungan akan sengsara Tuhan Yesus, mengajarkan kita bahwa kita mampu menghadapi penderitaan seperti yang dilakukan oleh Yesus. Dia menunjukkan ketaatan kepada Allah Bapa, agar supaya kita diselamatkan. Kepasrahan kepada Tuhan agar kita dapat menanggung dan menjalani hidup ini dengan sukacita. Setiap kali kita memandang salib Yesus, kita pantas memberi penghormatan dari hati yang dalam. Iman kita dikuatkan untuk tetap setia dan taat atas ketetapan-ketetapan-Nya. (HW)
DOA: Allah Bapa yang penuh kasih, semoga perayaan Jumat Agung ini menguatkan cinta kami akan Yesus Kristus dan membuat karakter kami semakin serupa dengan Dia, Penyelamat kami. Amin.
JANJI: “Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN.” --- Mazmur 31:25
PUJIAN: Santo Paulus adalah salah satu murid Yesus yang mengalami banyak penderitaan saat memberitakan Injil di Asia kecil dan Macedonia. Meski demikian, dia tidak kehilangan semangat dengan terus mengajarkan cinta kepada Tuhan dan mewartakan Injil-Nya hingga mati dipancung di Roma demi mempertahankan imannya.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ