SEORANG HAMBA
07 July 2024
Minggu, 7 Juli 2024
Yehezkiel 2:2-5
Mazmur 123:1-2a.2bcd.3-4
2 Korintus 12:7-10
Markus 6:1-6
“Lihat, seperti mata para pelayan laki-laki memandang tangan tuannya, seperti mata para pelayan perempuan memandang tangan nyonyanya, begitu juga mata kita memandang kepada Tuhan, Allah kita, hingga Dia berbelaskasihan kepada kita” --- Mazmur 123:2
DI DALAM AYAT ini pemazmur memberikan keteladan bagi kita semua. Dimana pemazmur mengajarkan kepada kita untuk memiliki kerendahan hati, sikap hormat dan taat kepada Tuhan. Disini pemazmur memposisikan dirinya sebagai seorang hamba yang sadar dengan apa yang ia perbuat yaitu dengan memandang kepada Tuhan sebagai tuannya, dan melakukan apa yang di perintahkan tuannya dengan penuh ketaatan.
Memaknai pesan sabda Tuhan hari ini kita dimampukan untuk terus-menerus dengan setia memandang kepada Tuhan setiap saat. Janganlah pernah bimbang dan ragu, seyogyanya kita semakin membangun hidup dalam berelasi lebih intim lagi dengan-Nya. Dimanapun kita berada, Dia yang akan selalu ada dan tetap tinggal didalam hati kita. Dengan hidup penuh ketaatan kita akan menerima belas kasih-Nya yang tak terhingga. (Vivi Guiyanto)
DOA: ”Bapa, mampukan kami untuk selalu percaya dan penuh harap kepada-Mu. Engkaulah Tuhan yang selalu memberikan pertolongan dan penuh belas kasih. Ajari kami untuk memiliki hati sebagai seorang hamba yang selalu taat kepada-Mu, Amin.”
JANJI: “Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga.” - Mazmur 123:1
PUJIAN: Santo Odo, Abbas. Odo lahir sebagai karunia khusus dari Allah. Ayahnya-seorang perwira militer Prancis-terus berdoa memohon dari Tuhan seorang anak laki-laki. Dan Tuhan mengabulkan permohonannya dengan mengaruniakan Odo kepadanya. Ketika dipermandikan, sang ayah mempersembahkan Odo kepada perlindungan Santo Martinus dari Tours. Sepanjang hidupnya, Odo menaruh hormat dan devosi khusus kepada Santo Martinus. Ayahnya menginginkan Odo menjadi seorang ksatria yang tangkas menggunakan pedang. Tetapi Tuhan merencanakan sesuatu yang lain dari kehendak ayahnya. Kesehatan Odo yang terus terganggu dan karena itu tidak layak untuk menjalani hidup kemiliteran, menjadi suatu alasan kuat baginya untuk menolak rencana ayahnya. Sementara itu keinginannya untuk menjadi seorang imam semakin membara. Akhirnya ia secara terbuka mengatakan keinginan dan cita-citanya itu kepada ayahnya. Lalu dengan restu ayahnya, Odo berangkat ke Tours untuk menjalani pendidikan imamat. Odo masuk ordo Santo Benediktus. Pada tahun 927, ia dipilih menjadi Abbas di biara Cluni. Sebagai pemimpin biara, ia bersikap tegas dalam hal pelaksanaan aturan-aturan hidup membiara, tetapi bijaksana dan lembut kepada rekan-rekan sebiara. Ia pun tetap menjadi seorang pengagum Santo Martinus dengan devosi-devosinya.
Ia pergi ke Roma dan di sana ia jatuh sakit. Ia segera kembali ke Tours, karena keinginannya untuk meninggal di sana dan dikuburkan di samping Santo Martinus. Ia tiba di Tours tepat pada pesta Santo Martinus. Setelah menyiapkan diri selama beberapa hari, Odo meninggal pada tanggal 18 November 942.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)