SETIA DALAM PERKARA KECIL
10 November 2018
Sabtu, 10 November 2018
St. Leo Agung, UskPujG
Filipi 4:10-19
Mazmur 112:1-2,5-6,8-9
Lukas 16:9-15
"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. --- Lukas 16:10
SEMUA YANG terjadi dalam hidup kita, butuh waktu, butuh proses. Tidak mungkin terjadi secara ‘instant’ seperti membuat kopi instant saja dan tinggal meneguk. Demikian juga untuk membangun kepercayaan antar kita-kita. Contoh, bila ada karyawan baru di perusahaan, tentu saja pada awalnya ia mendapatkan tugas dan tanggung jawab yang terbatas. Setelah diketahui kualitasnya, yaitu kesigapan, kejujuran, ketrampilan dan kemampuannya, maka mulailah ia perlahan-lahan mendapatkan kepercayaan yang semakin besar.
Demikian juga di dalam suatu Komunitas, sebagai orang baru maka kita perlu memulainya dari bawah, misalnya dengan melakukan berbagai tugas pelayanan yang diberikan oleh rekan senior. Dengan perjalanan waktu, maka akhirnya kita pun tersaring untuk menangani bidang tertentu karena kita memiliki keahlian atau keterampilan di bidang itu. Setiap orang akan melakukan hal yang berbeda, karena setiap manusia itu memiliki keunikan dan talenta masing-masing. Dan kita lalu saling melengkapi satu sama lain dalam suatu Komunitas itu.
Hendaknya talenta yang Tuhan berikan atau percayakan kepada kita, terus kita pupuk sehingga dapat menjadi semakin berkembang dan bahkan menjadi kekuatan kita atau ‘asset’ kita. Misalnya, bila Anda berbakat dalam bidang musik, maka asahlah keterampilan di bidang itu, tidak perlu beralih ke bidang lainnya, misalnya olah raga. Kecuali kalau sudah begitu mahir, perlu juga kita tahu seluk beluk olah raga.
Jelas lebih mudah untuk mengasah talenta yang menonjol dalam diri kita, sedangkan bila ada kekurangan, maka lebih baik kita mencari rekanan yang dapat mengisi kekurangan yang ada pada diri kita tersebut. Sebagai contoh kita dapat lihat pasangan Jokowi dan Ahok, pada saat mereka menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI. Ahok memiliki sifat yang cepat, tidak sabaran, dan main terobos, sedangkan pak Jokowi lebih sabar dan memiliki kehati-hatian. Ternyata kerja sama di antara keduanya menjadi duet luar biasa yang menghasilkan prestasi luar biasa. (DAG)
Doa: Bapa, berikan aku kesabaran untuk menjalani proses pertumbuhan dalam kehidupanku, sehingga aku tetap dapat setia dan tekun melaksanakan berbagai tugas yang kecil, sehingga saat menghadapi tugas besar, maka aku pun sudah siap.
Janji: “Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?” --- Lukas 16:12
Pujian: Santo Paulus, saat engkau beralih menjadi pengikut Kristus, maka engkau memulainya dari bawah lagi. Tetapi dengan ketekunan dan kesetiaanmu, maka engkau berhasil membuktikannya sehingga menjadi rasul pewarta dalam lisan dan tertulis yang handal.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ