SIAP MENJADI MURID-NYA DAN DIUTUS?
22 January 2021
Jumat, 22 Januari 2020
Hari ke-V Pekan Doa Sedunia
Ibrani 8: 6-13
Mazmur 85: 8, 10-14
Markus 3:13-19
Yesus “menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan” --- Markus 3:14-15
YESUS-LAH YANG memanggil dan memilih dua belas orang menjadi murid-Nya. Lalu apa saja yang tercakup menjadi tugas-tugas para murid-Nya itu :
- ‘menyertai Yesus dalam perjalanan-Nya’;
- ‘mereka diutus untuk mewartakan Injil’ ;
- ‘mereka diberi kuasa’.
Meskipun nanti Yesus setelah bangkit lalu naik ke Surga, tetapi Ia tetap menyertai dan berada di dalam diri para murid-Nya. Dikarenakan oleh kehadiran-Nya yang terus-menerus menyertai mereka, maka para murid merupakan ‘ganti kehadiran’ sabda dan kuasa-Nya. Dan perlu kita ketahui para murid-Nya itu seperti kita-kita ini, orang biasa-biasa. Tetapi bedanya, kata-kata yang mereka ucapkan dan kuat kuasa mereka luar biasa. Mengapa? Karena mereka telah menanggapi panggilan Yesus untuk ’menyertai Dia’.
Para murid Yesus pertama yang disebut para rasul dan para pengikut Yesus zaman itu, benar-benar terberkati dengan kuat kuasa dan karunia-karunia-Nya, tetapi tidak hanya mereka, kita pun juga dipanggil dan diutus diberi kuasa dan karunia-karunia untuk mewartakan sabda Allah dengan kata-kata kita di sini serta saat ini.
Kita juga diberi wewenang untuk mengusir setan-setan yang masih menguasai bumi kita ini.
Siap menanggapi panggilan Yesus menjadi murid-Nya, menjadi rasul-Nya dan prajurit-Nya? Kalau ‘Ya’, silahkan berdoa “Kami unjukkan – Kami sembahkan” (KS 377), baik dibacakan atau dilagukan.(SW)
DOA: Ya Yesus berilah diriku kegigihan para rasul-Mu agar akupun penuh keberanian mewartakan sabda-sabda-Mu lewat kata dan perbuatanku.
JANJI : “Ia memanggil orang-orang yang dikehdaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya” --- Markus 3:13
PUJIAN: “Kamu memang sudah bersih karena firman yang Kukatakan kepadamu” (Yoh 15:3). Pewarta PDS hari ke-5 ini menekankan keadaan pribadi kita sebagai umat Kristus, yang telah ditransformasi oleh firman-Nya. Kita mulai mencicipi ’Sabda Bahagia’, yakni bersukacita, sederhana apa adanya dan berbelas kasih. Tetapi ini semua menjadi penuh tergenapi baru pada akhir zaman.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ