SIAPA YANG DISELAMATKAN?
27 October 2021
Rabu, 27 Oktober 2021
Roma 8:26-30
Mazmur 3:4-6
Lukas 13:22-30
“Tuhan sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Lukas 13:23
KESELAMATAN ITU karunia dari Allah yang dianugerahkan kepada kita. Maka kita bersyukur karena kita termasuk yang dipilih memperoleh keselamatan abadi itu. Tetapi dari jawaban Yesus atas pertanyaan itu, nampak ada persyaratan, ‘berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!’. Dan lagi menurut Yesus, ‘Banyak orang akan berusaha untuk masuk tetapi tidak akan dapat’ (Luk 13:24).
Ada orang-orang yang tidak dapat masuk lewat pintu yang sempit, karena perjuangan dan usahanya sangat tidak memadai. Memang ada umat yang mengatakan untuk selamat kita cukup beriman kepada Yesus. Tetapi lewat S. Yakobus, Roh Kudus menandaskan bahwa iman tanpa perbuatan itu adalah iman yang mati. Dapatkah iman yang mati menyelamatkan ?
Itulah sebabnya Yesus berkata adanya orang-orang yang berseru-seru di luar, sesudah pintu ditutup, ‘kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan kota-kota kami’. Ternyata tidak cukup kalau orang ikut makan dan minum bersama Yesus, tak cukup mendengarkan ajaran-ajaran sabda-Nya, tetapi hanya sebagai pendengar sabda bukan pelaku sabda. Inilah yang dimaksud dengan orang yang ‘melakukan kejahatan’ (Luk 13:27). Dan bagaimana kita dalam berjuang keras untuk melewati pintu yang sempit?
Dari kata-kata Yesus selanjutnya, jelas Ia bersikap keras terhadap orang-orang Yahudi yang menolak-Nya atau malahan mau membunuh-Nya. ‘kamu akan melihat Abraham, Iskak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan keluar’.
Dan Yesus menubuatkan keselamatan universal yang selaras dengan Amanat Agung-Nya kepada para murid untuk pergi mewartakan Injil, sebelum Ia naik ke surga. Ini tiada lain menegaskan bahwa Yesus Kristus tidak hanya sebagai Penebus dan Penyelamat orang-orang Yahudi saja tetapi Penyelamat bagi semua umat manusia.
Dalam perutusan kita untuk mewartakan Kerajaan Allah, kita mengajak dan memberi teladan agar menjadi pendengar sabda-sabda-Nya dan sekaligus pelaku-pelaku sabda-Nya. [Rm. Subroto Widjojo, SJ]
DOA: Bantulah aku ya Tuhan agar aku benar-benar berjuang untuk berhasil melewati pintu yang sempit.
JANJI: “Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak sorai karena penyelamatan-Mu” Mazmur 13:6
PUJIAN: Umat tidak mau terjebak dalam godaan ajaran ‘Teologi Sukses’, yang menegaskan bahwa mengikuti Yesus tentu hidup sukses dan sejahtera. Dalam Doa “Bapa Kami”, dari Lukas kita berdoa “Berikanlah kami setiap hari makanan yang secukupnya” (Luk 11:3). Kelompok umat ini menegaskan bahwa kita-kita ‘membutuhkan secukupnya, dan mau menjadi berkat bagi orang lain, serta lebib-lebih tak mau mengkianati Ajaran Salib sang Juru Selamat.’
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ