SIAPA YESUS BAGI ANDA?
05 June 2020
Jumat, 05 Juni 2020
St. Bonifasius, Uskup dan Martir
2 Timotius 3:10-17
Mazmur 119:157, 160-161,165-166, 168
Markus 12:35-37
(Yesus) berkata: “Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud?” ---- Markus 12:35
BAGI ORANG Yahudi, terutama para ahli Taurat, “Anak Daud” adalah gelar dari Mesias, yang tidak lebih daripada raja duniawi yang berasal dari keturunan raja Daud. Kedatangannya diharapkan untuk memulihkan kejayaan bangsa Israel seperti pada masa keemasan Daud. Mereka menantikan Mesias untuk hal-hal yang bersifat duniawi, kejayaan mengenyahkan musuh-musuh, kehebatan, disegani, kemasyuran nama bangsa Israel.
Kita dapati pandangan yang berbeda dari kisah Bartimeus, seorang pengemis buta di pinggir jalan yang sekalipun buta sehingga tidak bisa membaca kitab Taurat, namun dengan kesederhanaan hati dan pikirannya dapat memanggil Yesus ‘Anak Daud’. Hal itu dilakukannya untuk suatu permohonan yang kodrati, yaitu disembuhkan dari kebutaannya dan bisa melihat (Mrk 10:46-47). Yang ditunjukkan Bartimeus adalah iman akan kuasa keilahian Yesus “Anak Daud”, al Masih, sang Mesias, Ter-Urapi, yang dinantikannya, bukan ‘Anak Daud’ sebagai ‘Raja Duniawi’.
Dalam injil hari ini, Yesus seolah ingin membukakan kebutaan rohani dan kecongkakan hati para ahli Taurat yang merasa diri paling mengerti tentang Allah dan segala yang difirmankan-Nya. Mereka merasa sudah cukup kaya dan hebat dengan kerohaniannya dan berharap kepada Mesias sebagai pemenuhan hasrat duniawi semata. Yesus tidak berkenan kepada kecongkakan hati dan hasrat duniawi yang membutakan manusia.
Sementara itu dalam kisah Bartimeus, Markus mengabadikannya seolah-olah ingin menyadarkan dan membuka mata kita semua untuk tidak berlaku congkak hati dan buta rohani seperti ahli-ahli Taurat yang mengejar menantikan Mesias untuk kejayaan duniawi. Yesus berkenan pada pengharapan Bartimeus kepada-Nya, “Anak Daud, kasihanilah aku” dan Ia pun menunjukkan belas kasih-Nya dengan mencelikkan matanya.
Tidak bisa dipungkiri, dalam kehidupan di zaman ini pun, sifat-sifat yang ditunjukkan oleh para ahli Taurat masih banyak kita dapati, atau bahkan dalam diri kita sendiri termasuk di antaranya. Contoh paling mudah adalah saat kita berdoa, yang kita minta dan harapkan dari Tuhan adalah hal-hal duniawi, kesuksesan, rejeki, kebahagiaan, dan lain-lain. Itu tidak dilarang. Tetapi kita perlu memohon seperti imannya Bartimeus, yakni memohon kesembuhan, dan bagi kita kesembuhan lahir dan batin kita, dari dosa dan kebiasaan jelek kita yang membutakan kita akan tujuan sebenarnya dari hidup ini. Kita memohon perubahan pribadi kita agar menjadi ‘manusa baru’ , menjadi semakin serupa Kristus (Ef 4:22-32).
Marilah kita segera menyadari untuk tidak terseret oleh arus duniawi yang membuat Yesus tidak berkenan. Seperti yang dikatakan Tuhan Yesus agar kita berhati-hati terhadap ahli-ahli Taurat (Mrk 12:38-39). Sebaliknya, mari kita belajar dari Bartimeus untuk memandang dan menantikan Yesus Sang Mesias dengan pengharapan yang benar agar dapat memandang dengan terang tujuan hidup ini di bawah bimbingan Roh Kudus. (VLB)
DOA: Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat yang Kau limpahkan dalam hidupku. Ajari aku merendahkan diri di hadapan-Mu serta mensyukuri setiap berkatMu!
JANJI: “Aku menantikan keselamatan dari pada-Mu ya Tuhan, dan aku melakukan perintah-perintah-Mu”. --- Mazmur 119:166.
PUJIAN: Santo Bonifasius meninggalkan kehidupan mewahnya sebagai anak bangsawan Inggris. Ditahbiskan menjadi Imam dan berkarya di Jerman dengan membawa orang-orang Jerman yang tak mengenal Allah untuk percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ